Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sepenggal Cerita tentang Kolonel Udara Nurtanio, Salah Satu Bapak Dirgantara Indonesia

📅 Jumat, 13 Agu 2021, 16:30 WIB | Oleh:
Sepenggal Cerita tentang Kolonel Udara Nurtanio, Salah Satu Bapak Dirgantara Indonesia Doc: Istimewa
Ket. Nurtanio.

JAKARTA - Ini kisah tentang Kolonel Udara Nurtanio terkait dengan pembangunan industri penerbangan. Dikisahkan, Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara Laksamana Udara R Soerjadi Soejadarma mengeluarkan Surat Keputusan Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara Nomor 488.

Surat ini tentang pembentukan Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP). Lembaga tersebut diproyeksikan sebagai pengelola segala usaha ke arah pembentukan industri penerbangan nasional.

Nah, yang ditunjuk jadi Direktur LAPIP adalah Kolonel Udara Nurtanio. Setelah ditunjuk jadi Direktur LAPIP, secara bertahap, Kolonel Nurtanio mempersiapkan berbagai perangkat lunak dan perangkat keras yang diperlukan.

"Dan melalui LAPIP Nurtanio ingin memberikan pengenalan dan penguasaan teknologi memproduksi pesawat terbang yang dimulai dengan jenis pesawat terbang yang berdesain sederhana, mudah diproduksi dan sesuai dengan kebutuhan pesawat terbang atau pasar dalam negeri," tulis TNI Angkatan Udara di akun resmi Instagram mereka.

Nurtanio sendiri gugur dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang pada tanggal 21 Maret 1966. Kala itu, Nurtanio sedang menerbangkan pesawat Aero 45 atau Arev.

Pesawat tersebut buatan Cekoslowakia. Tapi oleh Nurtanio dimodifikasi sedemikian rupa dengan memberi tangki bahan bakar ekstra. Rencananya, pesawat itu akan dipakai untuk penerbangan keliling dunia.

Tapi, hari itu, pesawat yang dikemudikan Nurtanio kerusakan mesin. Nurtanio berusaha untuk mendarat darurat di lapangan Tegalega, Bandung. Namun gagal. Pesawatnya menabrak toko. Nurtanio pun gugur.

Jejak kiprah Nurtanio sendiri abadi. Namanya sempat dijadikan nama perusahaan pembuat pesawat terbang di Tanah Air: Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN). Kini, IPTN berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia.

Untuk mengenang jasanya, TNI AU memberikan anugerah kepada Nurtanio gelar Bapak Dirgantara Indonesia di acara resepsi HUT TNI AU ke-73 di Halim Perdanakusuma, Selasa 9 April 2019. Gelar serupa juga diberikan kepada Presiden Republik Indonesia ke-3 BJ Habibie. Saat itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sendiri yang langsung memberikan penghargaan kepada BJ Habibie dan perwakilan keluarga Nurtanio.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.