Kesehatan Hewan Kurban Diawasi

Jumat, 09 Jul 2021, 06:40 WIB

SERANG - Pemprov Banten melalui Dinas Pertanian melakukan monitoring kesehatan hewan kurban sekaligus sosialisasi protokol kesehatan kepada para pedagang hewan kurban di Serang.

Tujuan monitoring untuk menjamin kesehatan hewan ternak kurban dan mencegah masuk menyebarnya Penyakit Hewan Menular (PHM) ke wilayah Provinsi Banten.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Tim Monitoring Kesehatan Hewan Ternak Kurban Dinas Pertanian Provinsi Banten melakukan kegiatan pemantauan pada sembilan lapak hewan kurban sejak Rabu (7/7) di kawasan Ciruas, Kabupaten Serang. Total ternak yang dimonitor yakni sapi 38 ekor, kerbau 7 ekor, dan domba 234 ekor.

Dalam kegiatan tersebut,Tim Monitoring meminta pedagang memisahkan ternak yang menunjukkan gejala sakit dengan yang sehat. "Ada 14 ekor domba yang menunjukkan gejala sakit diminta dipisahkan dari ternak yang sehat," kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Provinsi Banten drh. Rina Herviana.

Menurutnya, hasil pemantauan tersebut, sembilan ekor domba diketahui menunjukkan gejala sakit mata, dua ekor Orf, dua ekor pink eye, dan satu ekor domba diare.

Dikatakan Rina, pedagang hewan tersebut mengurus rekomendasi pemasukan ternak ke Dinas Pertanian Kabupaten Serang. Dokumen yang dimiliki adalah surat jalan dan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) yang disimpan pemilik.

Menurutnya, untuk kisaran harga hewan kurban tahun ini, sapi antara 21-28 juta rupiah, kerbau antara 20-25 juta rupiah dan harga domba antara 2,5-6,5 juta rupiah.

Secara umum, ungkap Rina, kondisi lapak hewan kurban cukup memenuhi aspek kesejahteraan hewan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.