Penerapan QRIS Antarnegara Diperluas, BI Intip Potensi Pasar Arab Saudi hingga Australia
Rabu, 16 Sep 2026, 16:20 WIBJAKARTA â Perluasan penggunaan QRIS antarnegara menjadi bagian penting dari upaya memperkuat konektivitas sistem pembayaran digital Indonesia dengan negara-negara mitra.
Transaksi lintas batas berbasis kode QR membuka kemudahan bagi wisatawan dan pelaku usaha dalam melakukan pembayaran tanpa harus bergantung pada uang tunai maupun proses pertukaran mata uang secara langsung.
Di tengah pesatnya ekonomi digital, perluasan QRIS antarnegara juga berpotensi mendorong efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran regional.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia (BI) Fitria Irmi Triswati mengatakan pihaknya sedang menjajaki potensi kerja sama penggunaan QRIS Cross Border di Arab Saudi, India, Vietnam, hingga Australia.
âKita sedang menjajaki dengan teman-teman di India, dengan teman-teman di Saudi Arabia, dengan teman-teman di Vietnam, kemudian juga Australia kita juga rapat bareng, kita jajaki (potensi kerja sama). Jadi regional payment connectivity itu semakin luas. Nanti tidak hanya dengan QRIS, tapi juga dengan BI-FAST-nya di Indonesia,â kata Fitria, di Jakarta, Rabu (16/9).
Dia menerangkan perkembangan QRIS dari tahun ke tahun sangat pesat sejak diadopsi per tahun 2019. Perkembangan tersebut diakselerasi pandemi COVID-19, yang membuat QRIS menjadi solusi alat pembayaran.
Saat ini, QRIS telah mencapai 15 miliar transaksi dari target 17 miliar transaksi dengan jumlah merchant (unit usaha) 45 juta dari target 47 juta merchant, lalu terdapat 78 juta pengguna dari target 70 juta pengguna.
QRIS Cross-Border juga telah terhubung 6 negara (dari target 8 negara), yang terdiri dari Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.
Fitria menekankan bahwa perluasan penggunaan QRIS di sejumlah negara akan disesuaikan dengan budaya setempat, sembari mengakselerasi pemakaian metode transaksi tersebut di berbagai merchant.
Misalnya, masyarakat Jepang dan Korea Selatan cenderung lebih senang merchant melakukan scan terhadap kode QR yang dimiliki oleh mereka. Adapun negara-negara di Eropa lebih suka langsung melakukan tap QRIS untuk memudahkan transaksi tanpa perlu memindai kode QR.
âJadi perluasan negaranya, kemudian perluasan kualitas merchant-nya, dan juga perluasan fitur-fitur yang tadi. Jadi tidak hanya scan, tetapi juga CPM (Customer Presented Mode/QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM)), dan juga QRIS-Tap,â ujar dia lagi.
- Bank Indonesia (BI)
- QRIS Antarnegara
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
30 UMKM Binaan BI DKI Mejeng di KKI 2026, Target Perluas Pasar & Akses Pembiayaan
-
KKI 2026 Catat Transaksi Rp177,21 Miliar, UMKM DKI Kuatkan Ekspor & Pembiayaan
-
Youth Today, Leaders Tomorrow: BI dan Pemprov DKI Bentuk 500 Pemimpin Muda Jakarta
-
Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
-
Persija Pinjamkan Striker Mauro Zijlstra ke Arema Malang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.