Puluhan Investor Masuk IKN, Nilai Investasi Tembus Rp74,54 Triliun

Jumat, 07 Agu 2026, 21:10 WIB

PENAJAM PASER UTARA – Investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi indikator penting bagi keberhasilan pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Masuknya investasi tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem bisnis, kawasan hunian, layanan publik, hingga sektor komersial yang dapat menciptakan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi baru.

Ket. Foto: Ilustrasi -Suasana IKN di wilayah Kecamatan Sepakuz Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. — Sumber: ANTARA/ Nyaman Bagus Purwaniawan

Namun, keberlanjutan investasi akan sangat bergantung pada kepastian regulasi, percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, serta iklim usaha yang kondusif sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor dan menarik lebih banyak investasi swasta dalam jangka panjang.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut sebanyak 67 investor swasta telah berinvestasi sebesar Rp74,54 triliun untuk Ibu Kota Nusantara yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

"Hingga saat ini, estimasi investasi swasta yang telah masuk IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika membahas potensi kolaborasi dan peluang investasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat (7/8).

Selain Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, hadir pula bupati dan wakil bupati se-Jawa Tengah dalam pembahasan potensi kolaborasi dan peluang investasi di ibu kota baru Indonesia tersebut.

Skema pembiayaan pembangunan IKN, selain dari investasi swasta juga didukung melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN), kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), serta hibah, jelas dia, tercatat hingga kini nilai proyek melalui skema KPBU sekitar Rp134,22 triliun.

Otorita IKN, kata Basuki, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sinergi antardaerah menjadi faktor penting memperkuat ekosistem pembangunan IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.

Peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga berbagai sektor strategis mendukung pengembangan kawasan IKN, seperti penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

"Investor yang masuk selalu dilayani, apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nanti akan ada insentif fiskal," kata Basuki Hadimuljono.

Pembangunan di Jawa Tengah selama ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, kata Ahmad Luthfi. Semangat tersebut diharapkan juga dapat diwujudkan dalam kerja sama dengan Otorita IKN.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat memperkuat sinergi dalam mendorong investasi, memperluas peluang kerja sama antardaerah, serta menciptakan manfaat ekonomi yang saling mendukung bagi pembangunan IKN dan daerah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.