Ketakutan Kaum Perempuan atas Masa Depan Pendidikan di Afghanistan
📅 Sabtu, 03 Jul 2021, 06:13 WIB | Oleh: Ilham SudrajatIbu Wahida, yang tidak pernah diizinkan pergi ke sekolah, mengatakan kepada putrinya bahwa dia harus terus memperjuangkan hak-hak perempuan meskipun konflik meningkat.
"Saya berharap saya bisa mewujudkan impian ibu saya. Tetapi dalam situasi saat ini, saya khawatir saya tidak akan menyelesaikan sekolah saya, apalagi kuliah dan menjadi pembela bagi orang lain," ungkap dia.
Ancaman Baru
Lain lagi cerita Shamsia Alizada yang baru saja lulus sekolah dan keberhasilan mereka menamatkan sekolah jadi inspirasi bagi anak perempuan lain di Afghanistan seperti Wahida.
Ada beberapa perempuan muda, yang meskipun ada kesenjangan digital, konflik yang berkelanjutan, ketidaksetaraan gender dan Covid-19, masih mampu menjadi inspirasi.
Tahun lalu Shamsia mendapat nilai paling tinggi dari 170.000 pelamar dalam ujian masuk universitas Afghanistan. Sebagai putri seorang penambang batu bara, ia dibesarkan di salah satu daerah yang paling miskin dan rentan di Kabul.
Pada 2018, sekolahnya diserang oleh kelompok yang menyebut diri sebagai Islamic State (ISIS). Dalam serangan itu, lebih dari 46 rekan mahasiswanya tewas. Kemudian pada 2020, setelah pindah ke lingkungan baru, sekolah barunya juga diserang oleh ISIS.
"Belajar di Afghanistan sulit dan saya memiliki banyak ketakutan. Tetapi pusat pendidikan kami telah mengambil beberapa langkah keamanan yang membantu saya merasa lebih aman. Dan ketika Anda begitu sibuk belajar, tidak ada banyak waktu untuk memikirkan keamanan," kata Shamsia.
Setelah mendapatkan beasiswa untuk belajar di Turki, Shamsia kini sedang menjalani pelatihan untuk menjadi seorang dokter.
n BBC/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!