Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

142 Perguruan Tinggi Akselerasi Kolaborasi dengan Industri

28 Sabtu, 03 Jul 2021, 06:53 WIB | Oleh:
142 Perguruan Tinggi Akselerasi Kolaborasi dengan Industri 142 Perguruan Tinggi Akselerasi Kolaborasi dengan Industri Doc: Koran Jakarta/Muhamad Marup
Ket. Nizam, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek

JAKARTA - Sebanyak 142 perguruan tinggi negeri dan swasta ikut serta dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengakselerasi sinergi antara kampus dan industri sebagai kampus kehidupan.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam, dalam penandatanganan kontrak PKKM, di Jakarta, Jumat (2/7).

"Ada perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan lebih dari 200 industri. Mudah-mudahan ini betul-betul mengakselerasi sinergi kampus dan mitra untuk menyiapkan para mahasiswa menjadi profesional di masa depan," ujar Nizam.

Nizam menyebut, kompetisi PKKM sangat ketat. Ada 292 perguruan tinggi ambil bagian dan hanya setengah yang akan lolos. Yang lolos akan mendapat pendanaan pemerintah. Dia berharap dana tersebut bisa optimal untuk mencapai sasaran.

"Diharapkan PPKM bisa mengakselerasi kemajuan perguruan tinggi dalam kerangka Merdeka Belajar, Kampus Merdeka untuk menghasilkan SDM unggul dan Indonesia Jaya seperti dicita-citakan bersama-sama," jelasnya.

Kontribusi Nyata

Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono, mengapresiasi adanya PKKM tersebut. Dengan adanya program tersebut diharapkan perguruan tinggi akan terus maju dan berkembang. Mereka akan berkontribusi nyata dalam peningkatan daya saing bangsa untuk memenangi kompetisi global.

Dia menambahkan, PKKM mendorong pimpinan perguruan tinggi mendukung program Kampus Merdeka dan mencapai Indikator Kinerja Umum (IKU). Menurutnya, pimpinan perguruan tinggi berkomitmen mengawasi dan memastikan PPKM berjalan sesuai dengan target.

"Kami memastikan juga agar keberlanjutan program dapat berjalan untuk tiga tahun ke depan," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani, menerangkan, bantuan dana PKKM 60 persennya diberikan kepada perguruan tinggi swasta. Hal ini menunjukkan pemerintah tidak membedakan perguruan tinggi negeri dan swasta selama pihak-pihak tersebut berkualifikasi.

"Nominal bantuan sekitar 300 miliar rupiah untuk perguruan tinggi swasta. Sedangkan 200 miliar rupiah diserahkan ke perguruan tinggi negeri," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...

Persib Bandung Unggul 2-0 Atas Melbourne Victory

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persib Bandung Unggul 2-0 A...
Advertisement
Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.