Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dispar Kulon Progo Susun Kajian Kawasan Wisata Kuliner Nanggulan

📅 Senin, 01 Feb 2021, 19:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dispar Kulon Progo Susun Kajian Kawasan Wisata Kuliner Nanggulan Doc: Antara

Kulon Progo, - Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusun kajian dan analisis rencana pengembangan Nanggulan -Girimulyo dari Simpang Empat Kenteng ke arah barat untuk wisata kuliner.

"Belum selesai analisisnya. Kami pakai metode kualitatif dan kuantitatif. Lewat angket juga yang kami tebar ke warung-warung," kata Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito di Kulon Progo, Senin.

Ia mengatakan setelah audiensi Paguyuban Jasa Kuliner Nanggulan-Girimulyo di DPRD Kulon Progo, langsung digelar rapat koordinasi Setda Kulon Progo Astungkara membahas persoalan tersebut. Materi pokoknya tentang wisata kuliner Simpang Empat Kenteng Nanggulan arah barat.

Pada rapat koordinasi tersebut, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diberi tugas membuat telaah atau kajian dengan tugas dan kewenangan masing-masing.

Tugas Dinas Pariwisata adalah melakukan kajian dampak rumah makan sepanjang jalur dari Simpang Empat Kenteng Nanggulan arah barat dari sisi wisatanya, yakni seberapa besar menggerakan ekonomi masyarakat, dari sektor ekonomi kreatif. Selanjutnya, seberapa besar wisata kuliner tersebut mendongkrak wisatawan.

"Hasil telaah atau kajian akan disandingkan dengan hasil kajian OPD lain, seperti Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Pada tahap berikutnya akan ditetapkan sebagai tidak lanjut dalam pengembangan Simpang Empat Kenteng Nanggulan arah barat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha mengatakan hasil kajian masih dalam pembahasan. "Kajian masih dibahas di tingkat kebijakan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua II DPRD Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono mengatakan Paguyuban Usaha Jasa Kuliner Wilayah Nanggulan dan Girimulyo meminta ada kemudahan izin, khususnya izin pengeringan lahan untuk usaha mereka. Tapi persoalnya, apakah sudah dilakukan kajian tata ruang dan ketersediaan sawah pengganti untuk lahan pertanian yang sudah beralih fungsi.

Menurutnya, OPD yang bertanggung jawab membuat kajian adalah Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Pangan, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kajian tersebut sangat penting untuk menjadi landasan untuk pemanfaatan lahan dan penerbitan izin tata ruang.

"Kami belum mendapat informasi kelanjutanhasil kajian dari tiga OPD ini. Kami berharap kajian segera dilakukan supaya ada kejelasan soal kelangsungan ketahanan pangan dan pengembangan kawasan wisata kuliner," katanya.ant/P-4

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Tiga Negara Super Power Ini Harus Hancurkan Nuklir

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Tiga Negara Super Power Ini...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.