Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

EBT Terus Lahirkan Terobosan

📅 Kamis, 10 Des 2020, 05:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
EBT Terus Lahirkan Terobosan Doc: AFP/MARTIN BERNETTI
Ket. Ladang PLTB - Sejumlah kincir berputar di ladang pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Canela Eolian di Los Vilos, Cile, saat diabadikan tahun lalu. Sebuah institusi yang fokus pada pembangunan berkelanjutan pada Rabu (9/12) menjelaskan bahwa energi baru terbarukan justru yang menikmati pertumbuhan yang amat kuat bahkan selama terjadinya pandemi Covid-19.

PARIS - Lima tahun setelah penandatanganan Kesepakatan Iklim Paris, bahan bakar fosil masih mendominasi kebutuhan akan energi, akan tetapi energi baru terbarukan (EBT) justru yang menikmati pertumbuhan yang amat kuat bahkan saat krisis Covid-19 belum mereda.

"Bahan bakar fosil memang masih dominan, tetapi dinamika energi jelas terlihat pada energi listrik terbarukan," kata Nicolas Berghmans dari IDDRI, sebuah institusi think tank yang fokus pada pembangunan berkelanjutan dan hubungan internasional, pada Rabu (9/12).

Pada bagian lain Badan Energi Terbarukan Internasional (International Renewable Energy Agency/IREA) melaporkan bahwa panel surya telah mengalami pertumbuhan amat spektakuler dalam beberapa tahun terakhir, naik dari kapasitas terpasang 217 gigawatt di seluruh dunia pada 2015 menjadi 578 gigawatt tahun lalu.

"Peningkatan itu lebih dari dua kali lipat total kapasitas produksi listrik di Russia pada 2015," lapor IREA.

Sementara bahan bakar fosil telah mengalami pukulan sepanjang tahun ini, energi baru terbarukan justru telah berkontribusi hampir 90 persen dari kapasitas terpasang baru berkat pasokan energi dari pembangkit tenaga surya dan angin di Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Kapasitas terpasang EBT bisa mencapai rekor 200 gigawatt tahun ini," lapor Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) seraya bahwa EBT akan melampaui batu bara pada 2025 sebagai sumber utama produksi listrik.

"Kita belum melihat banyaknya pengurangan laju bagi pengembangan listrik EBT selama krisis dan itu mungkin karena penurunan biaya yang membuatnya kompetitif, tetapi juga karena adanya dukungan publik," ungkap Berghmans.

"Dukungan itu bahkan diperkuat di negara-negara tertentu ketika negara-negara tersebut meluncurkan rencana untuk mendukung ekonomi mereka yang mencakup langkah-langkah bagi menyokong program transisi ke energi bersih," imbuh dia.

Transformasi Transportasi

Berdasarkan sebuah studi dari perusahaan minyak Inggris, BP, bahan bakar fosil masih jadi mayoritas dalam bauran energi global dengan minyak berada di urutan teratas dengan pangsa pasar sebesar 33 persen.

Hal itu terjadi karena minyak dan bahan bakar terus memainkan peran kunci di sektor transportasi serta untuk keperluan industri seperti pembuatan plastik.

Namun penerapan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah untuk memperlambat penyebaran virus korona, telah menghantam sektor transportasi dan hal ini memicu terjadinya penurunan yang amat besar dalam permintaan bahan bakar.

IEA memperkirakan permintaan minyak mentah tahun ini akan turun hampir 9 persen, sementara penggunaan batu bara akan turun 7 persen karena pandemi dan penurunan ini tidak akan pernah kembali ke level seperti tahun lalu.

Menanggapi tren itu, Berghmans menyatakan dunia saat ini berada pada titik perubahan. "Kita semua mengharapkan bakal terjadinya transformasi besar di sektor transportasi dalam sepuluh tahun mendatang terkait energi ini," ucap Berghmans

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Rupiah Dibayangi Pelemahan - 13 Oktober 2026

46 menit yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Dibayangi Pelemahan ...
Daerah
Pemerintah Kota Sawahlunto ...
Luar Negeri
Mobil Van Jatuh ke Jurang d...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.