Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Tawaran Gaji Tak Wajar di Luar Negeri, Komdigi Minta Warga Melapor

3 Selasa, 13 Okt 2026, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspadai Tawaran Gaji Tak Wajar di Luar Negeri, Komdigi Minta Warga Melapor   Waspadai Tawaran Gaji Tak Wajar di Luar Negeri, Komdigi Minta Warga Melapor   Doc: ANTARA
Ket. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Kemkomdigi, Mediodecci Lustarini.

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta warga Indonesia mewaspadai tawaran bekerja di luar negeri (LN) dengan iming-iming gaji yang tidak wajar agar dapat terhindar dari tindak kejahatan dan pelanggaran hukum.

"Komdigi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja yang beredar di ruang digital, terutama tawaran yang bersifat too good to be true," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Mediodecci Lustarini, Senin.

Dia menyampaikan bahwa saat ini banyak upaya penipuan yang dilakukan dengan kedok menawarkan pekerjaan di LN dengan iming-iming gaji tidak wajar. Pelaku kejahatan membagikan tawaran pekerjaan semacam itu melalui platform daring.

Sebagai contoh, tawaran untuk bekerja sebagai tentara bayaran di Russia yang pada pada September 2026 menjadi sorotan publik.

Pemerintah Indonesia menyelidiki kemungkinan adanya tindak kejahatan seperti penipuan dan eksploitasi berkenaan dengan penawaran pekerjaan tersebut.

Mediodecci mengimbau warga yang sedang mencari pekerjaan agar jeli memeriksa sumber informasi mengenai lowongan pekerjaan di luar negeri.

"Masyarakat perlu memeriksa validitas tawaran melalui sumber resmi serta memastikan bahwa pekerjaan tersebut tidak melanggar hukum ataupun membawa dampak hukum bagi individu," kata Mediodecci.

Kemkomdigi membuka ruang pengaduan bagi warga yang mendapati konten digital berkenaan dengan lowongan pekerjaan yang dinilai mencurigakan.

"Apabila masyarakat menemukan konten terkait, masyarakat dapat melaporkannya melalui  aduankonten.id  untuk ditindaklanjuti," kata Mediodecci.​​​​​​​

Sekain itu, Kemkomdigi berkolaborasi dengan instansi pemerintah lain, termasuk Polri dan Kementerian Luar Negeri, dalam menangani penyebaran informasi dan konten digital berkenaan dengan penipuan berkedok penawaran lowongan kerja.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarusia Jose Antonio Morato Tavares pada Jumat (18/9) menyampaikan bahwa KBRI Moskow menerima puluhan telepon dari warga Indonesia yang menduga kerabatnya menjadi tentara bayaran di Russia.

Kedutaan Besar RI menginventarisasi dan memeriksa secara seksama informasi dari keluarga atau kerabat yang melaporkan bahwa anggota keluarganya menjadi tentara bayaran di Russia.​​​​​​​

Tavares mengatakan bahwa kedutaan berupaya memverifikasi setiap laporan yang masuk, tetapi bukti lengkap kerap sulit diperoleh.

KBRI Moskow telah mengirimkan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Russia dan instansi terkait lain untuk memverifikasi laporan-laporan tersebut.

Hasil pemeriksaan mengindikasikan adanya puluhan warga Indonesia yang mendaftar menjadi tentara bayaran melalui agen-agen yang melakukan perekrutan melalui media sosial dengan iming-iming gaji besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Ekonomi
UU Kadin Direvisi, UMKM Jan...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.