Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Pasokan Pangan Nasional, Kementan Siapkan Rp3 Triliun Bangun Pusat GPS Unggas di Malang

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 08:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Pasokan Pangan Nasional, Kementan Siapkan Rp3 Triliun Bangun Pusat GPS Unggas di Malang Doc: ANTARA
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa peringatan HUT ke-81 Jawa Timur di Gedung DPRD, Senin (12/10/2026).

SURABAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan Rp3 triliun untuk pembangunan pusat Grand Parent Stock (GPS) unggas terintegrasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, guna memperkuat produksi dan pasokan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai produsen utama berbagai komoditas pertanian, mulai dari padi, jagung, tebu hingga telur, ayam dan susu.

"Jawa Timur luar biasa, berkembang sangat pesat khususnya sektor pertanian. Nomor satu produksi padi, jagung, tebu, telur, ayam, hingga susu juga nomor satu. Pertanian Jawa Timur adalah yang terbaik di seluruh Indonesia," katanya saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT Ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Provinsi Jatim, Surabaya, Senin (12/10).

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah provinsi dan DPRD Jatim turut mendukung peningkatan produksi pangan di daerah tersebut.

Salah satu program strategis yang disiapkan ialah pembangunan pusat GPS unggas di Kabupaten Malang.

Fasilitas itu dirancang menjadi sumber pasokan bibit unggas untuk memenuhi kebutuhan peternakan di berbagai wilayah Indonesia.

"Kami akan bangun Grand Parent Stock satu-satunya di Indonesia, yaitu di Jawa Timur, tepatnya di Malang. Nantinya, 'neneknya' ayam ini akan menyuplai kebutuhan peternakan ke seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Selain memperkuat sektor peternakan, Menteri Pertanian memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang dan fenomena El Nino.

Ia juga menyebut cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman, dengan kapasitas gudang sekitar tiga juta ton dan stok yang mencapai 4,5 juta ton.

Menteri Pertanian optimistis target swasembada pangan berkelanjutan dapat dicapai melalui dukungan pemerintah pusat dan daerah, termasuk Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Rupiah Dibayangi Pelemahan - 13 Oktober 2026

45 menit yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Dibayangi Pelemahan ...
Daerah
Pemerintah Kota Sawahlunto ...
Luar Negeri
Mobil Van Jatuh ke Jurang d...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.