Kisah Jenderal Kopassus dan Gus Dur
📅 Jumat, 04 Des 2020, 14:22 WIB | Oleh: Agus Supriyatna
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Pasca ditetapkannya Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Edhy Prabowo sebagai tersangka oleh KPK, Presiden Jokowi menunjuk Luhut Binsar Panjaitan sebagai Plt Menteri KKP. Luhut sendiri di kabinet Jokowi, menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi.
Luhut memang bukan menteri biasa. Dia, adalah bekas tentara. Seorang purnawirawan jenderal bintang empat. Luhut juga bukan mantan tentara biasa. Dia, tak lain adalah mantan prajurit pasukan khusus.
Ya, saat di TNI, Luhut mulai merintis karir di Kopassus, pasukan elit TNI AD. Bahkan, Luhut adalah perwira yang membidani lahirnya Sat 81, pasukan anti teror Kopassus. Di satuan paling elit di Kopassus itu, Luhut tercatat sebagai komandan pertamanya. Wakilnya ketika itu adalah Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan saat ini.
Ada banyak kisah menarik tentang Luhut Panjaitan. Salah satunya adalah kisah dia bersama Gus Dur atau Abdurrahman Wahid, Presiden RI keempat.
Rupanya, oleh Gus Dur, Luhut pernah dijanjikan jadi KSAD. Cerita janji Gus Dur itu, dituturkan Luhut ketika hadir di acara seminar dalam rangka memperingati haul mendiang Presiden keempat tersebut.
Kata Luhut, ketika jadi Duta Besar di Singapura, ia pernah mengundang Gus Dur untuk hadir di seminar yang digagasnya. Seminar yang dihadiri para pengusaha besar asal Indonesia.
Saat itu, Luhut sedang ditugaskan Presiden Habibie jadi Dubes di Singapura. Oleh Habibie,Luhut diminta untuk memberi jaminan pada pengusaha asal Indonesia, bahwa situasi negara sudah aman untuk investasi. Ketika itu, pasca kerusuhan di Jakarta tahun 1998, banyak pengusaha asal Indonesia yang eksodus ke Singapura.
Nah, di acara seminar itu itulah, Gus Dur berucap janji. Saat itu menurut Luhut, Gus Dur mengatakan, sebentar lagi dia akan jadi Presiden. Tidak hanya itu, Gus Dur juga berujar, jika sudah jadi Presiden, ia akan tarik Luhut ke Jakarta. Gus Dur menjanjikan jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) untuk Luhut.
Ya, Gus Dur memang kemudian jadi Presiden. Luhut pun setelah itu ditarik Gus Dur ke Jakarta. Tapi, bukan jadi kepala staf angkatan darat. Luhut dijadikan Gus Dur, Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
Cerita lain Luhut soal Gus Dur, adalah saat ia 'menyepelekan' ucapan Gus Dur yang dengan yakinnya mengatakan akan jadi Presiden. Ketika itu, Habibie masih jadi Presiden.
Kata Luhut, pertama kali Gus Dur ngomong akan jadi Presiden, ketika ia diundang mantan Ketua PBNU itu untuk buka bersama. Saat itu, ia hendak berangkat ke Singapura setelah ditunjuk Habibie jadi Dubes.
Di meja makan sembari bersantap, Gus Dur ngomong pada Luhut bahwa sebentar lagi dirinya akan jadi Presiden. Gus Dur pun meminta Luhut membatalkan kepergiannya ke Singpura. Luhut mengaku, ketika mendengar itu ia sempat mencibir dalam hati. "Suka-suka kaulah," kata Luhut, menceritakan kembali kisah saat ia ngobrol santai dengan Gus Dur di meja makan.
Tapi, betapa kagetnya Luhut, ketika kemudian ucapan Gus Dur itu jadi kenyataan. Luhut bercerita, ketika Gus Dur terpilih jadi Presiden, ia masih di Singapura. Jadi Dubes di negeri singa tersebut. Lewat layar kaca, ia menyaksikan detik-detik Gus Dur terpilih jadi Presiden. Begitu Gus Dur terpilih jadi Presiden, Luhut langsung ingat ucapan mantan Ketua Umum PBNU itu di meja makan yang sempat ia cibir. Ia anggap guyonan saja. Ternyata ucapan Gus Dur yang sempat dicibirnya itu jadi kenyataan. Gus Dur benar-benar jadi Presiden. ags/N-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!