Achmad Yurianto : Teror Informasi Jadi Tantangan Atasi Korona
📅 Sabtu, 14 Mar 2020, 03:00 WIB | Oleh: Tim PenulisPemerintah terkesan kurang melibatkan peran pemerintah daerah. Padahal ini bisa mempercepat proses pencegahan. Bagaimana tanggapan Bapak?
Tentu kami melibatkan pemerintah daerah. Contohnya dengan pemerintah daerah DKI Jakarta. Pemerintah mengatur arah rujukan bagi masyarakat yang diduga terkena penyakit saluran pernapasan karena virus korona untuk masuk ke salah satu dari delapan rumah sakit (RS) yang menjadi rujukan di Jakarta yaitu RSPI, Persahabatan, RSUD Pasar Minggu, RSUD Tangerang, RS Polri Sukanto, RS AL Mintohardjo, dan RS Fatmawati. Itu kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI. Selain itu pihak swasta yang memiliki rumah sakit juga menyatakan ingin ikut serta.
Covid-19 tidak hanya terjadi di Jakarta. Bagaimana pelibatan daerah lain?
Teman-teman di daerah juga menjadi bagian dari sistem yang kami bangun. Pemeriksaan tidak masalah dilakukan di daerah. Ini biosecurity level 2 untuk pemeriksaan virus. Pemerintah tahu daerah atau institusi mana saja yang memiliki kapasitas. Ini kami siapkan minggu ini ada 10 Balai Besar Teknologi Kesehatan Lingkungan yang tersebar di 10 kota di Indonesia.
Sudah masuk dalam persiapan dan kami sudah menyiapkan 10.000 kit untuk tes pcr, tetapi tidak untuk genums queencing. Jadi kalau di sana positif maka akan diperiksa dengan genums queencing. Tracing juga tugasnya daerah. Ketika tracing hilang baru itu jadi masalah. Selama tracing masih bisa ditemukan, kami tidak terlalu khawatir.
Apa benar obat malaria bisa digunakan untuk Covid-19?
Di Tiongkok sudah dicoba. Salah satu yang dicoba adalah klorovin atau obat malaria. Kami tidak mungkin mengembangkan obat sendiri kalau contohnya cuma dua. Tiongkok sudah menemukan beberapa formula, sudah uji coba di Tiongkok dan memberikan gambaran yang bagus, tapi belum bisa jadi standar bahan baku dunia.
Selain itu virus ini sifatnya virus self limited disease. Jadi anjuran apapun penggunaan herbal dalam konteks meningkatkan daya tahan tubuh bagus, tapi bukan untuk membunuh virusnya.
Terkait pernyataan WHO yang menyatakan virus korona jadi pendemi global, bagaimana tanggapannya?
Statement WHO tentang pandemi, mari kita pahami bersama. Ini mengisyarakan kepada seluruh dunia untuk meyaknini penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan negara mana saja. Ini penyakit baru dan kami belum tahu betul karakternya, kemudian menjangkiti banyak negara. Ini tidak mungkin ada negara yang terjangkit tanpa keterkaitan dengan negara lain.
Jadi, semua negara harus cepat merespons virus ini?
Semua negara harus merespons. Ada beberapa hal yang kemudian kami bisa mengambi keuntungan dan kewaspaaan. Kewaspadaan seluruh dunia meningkat, dengan beberapa negara kemudian meninjau kembali bebas visa.
Berarti juga diperlukan kebutuhan sarana kesehatan dari semua negara?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!