Bersantap dalam Suasana Kampung di Mang Engking
📅 Kamis, 12 Mar 2020, 01:00 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: koran jakarta/marcellus widiarto
Bagi yang menginginkan suasana beda, Gubug Makan Mang Engking bisa menjadi alternatifnya. Selain menghadirkan menu-menu bercita rasa tinggi, pengunjung juga akan terbawa ke suasana ala kampung.
Beberapa anak tampak dengan ceria dan bersemangat bermain dan mengayuh permainan bebek air dan sepeda air di kolam. Tidak jauh dari tempat anak-anak itu, sejumlah orang dewasa meneriaki dan memberi semangat anak-anak tersebut dari atas saung yang menghadap ke "bebek" berukuran jumbo tersebut. Ya, mereka sekeluarga sedang bersantap siang di Gubug Makan Mang Engking, baru-baru ini.
Keluarga tersebut berada di saung cukup lama karena anak-anak mereka sungguh menikmati bermain bebek air. Ada juga yang sebagian lagi anak-anak bermain sepeda air di tempat tersebut. Gelak tawa mengiringi keriangan keluarga tersebut melihat aksi lucu anak-anak mereka saat berjuang mengayuh bebek air dan sepeda air.
Keasyikan bermain bebek air dan sepeda air ini, sampai sebagian anak-anak tersebut harus dipaksa berhenti agar bisa bersantap siang dulu. Dasar anak-anak, tetap saja mereka tidak menggubris teriakan orang tua mereka. Setelah "berjuang" menghentikan permainan air, para orang tua itu bisa mengangkat dan mendudukkan si buah hati di depan aneka makanan yang sudah siap santap di meja sambil duduk lesehan.
Kedua permainan ini merupakan sebagian fasilitas yang disiapkan pengelola Gubug Makan Mang Engking Pusat. Ya, dikatakan sebagian karena masih ada mini zoo di dekat saung, tempat makan ini.
Guna menambah menariknya gubug makan ini, Engking Sodikin, si pemilik Gubug Makan Mang Engking yang sayang pada hewan, memelihara rusa dan kambing. Anak-anak bisa berinteraksi dengan kedua fauna ini sekaligus memberi makan kepada rusa dan kambing yang ada. Di tempat tersebut sudah disediakan makanan rusa dan kambing.
Fasilitas "pengikat" anak-anak tidak hanya itu. Di dekat pintu masuk sisi timur, disediakan sejumlah becak mini yang bisa dikayuh anak-anak. Satu anak naik becak, yang lain mengayuhnya. Kemeriahan anak-anak di arena ini, tampak lebih heboh karena mereka ada mencoba beradu cepat dalam mengayuhnya. Teriakan dan tawa lepas anak-anak terdengar menggema.
Lebih Berkesan Menurut Supervisor Gubug Makan Mang Engking Pusat, Irfan Nur Fathoni, semua fasilitas ini merupakan sebagian upaya dari pengelola untuk membuat semua anggota keluarga yang hadir di gubug ini bisa membawa pulang "kebahagian" yang lebih mengesankan dari hanya sekadar santap siang. Konsep yang ingin ditawarkan Mang Engking adalah suasana kampung dan gubug di atas kolam.
Model gubug rancangannya cukup unik, yaitu dengan mempertahankan model gubug asli (bernuansa alam di desa). Untuk itu, tambah Irfan, dirancang gubug berlobang yaitu gubug yang berlobang pada bagian meja. Hal tersebut sangat berguna bagi pengunjung yang senang duduk lesehan, namun menginginkan kaki tetap bisa leluasa (tidak ditekuk).
Model meja tersebut cukup menarik dan hingga kini masih dipertahankan. "Restoran yang dibangun berkonsepkan alam. Baik lokasi di kampung maupun perkotaan, kami tetap konsisten dengan gubug-gubug di atas kolam-kolamnya.
Restoran Mang Engking memang mengambil kelas menengah ke atas, dikarenakan Mang Engking mempunyai standar tinggi terhadap udang-udangmya," kata Irfan.
Irfan menjelaskan owner gubug ini mempunyai cita rasa yang tinggi terhadap menu-menu masakan dan konsisten terhadap standar tinggi yang dipatoknya. Itu salah satu hal yang membuat orang rela untuk pesan jauh-jauh hari demi mendapatkan udang fresh dengan bumbu alami dalam menu andalan udang bakar madu Mang Engking.
Satu hal yang menarik adalah material bangunan terbuat dari bambu dengan atap alang-alang. Suasana alam perdesaan langsung terasa begitu pengunjung melihat Gubug Makan Mang Engking ini.
Anda bebas memilih saung-saung yang berada di antara kolam dan deretan padi di persawahan. "Menu andalan Gubug Makan Mang Engking adalah racikan udangnya, seperti udang bakar madu dan udang tepung. Hidangan lain yang bisa dipilih adalah kepiting, cumi, tempe, tahu, sayur asem, cah kangkung, dan masih banyak lagi," kata Irfan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!