I Gusti Ayu Bintang Darmawati : Berdayakan Perempuan dengan Kewirausahaan
📅 Jumat, 24 Jan 2020, 05:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMaka dari itu, suami harus bisa mendukung pekerjaan istri dan memahami pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan. Tentu, saya juga berharap perempuan Indonesia tidak hanya berdaya dalam ekonomi, namun juga berdaya di bidang pendidikan, pengasuhan anak, dan sosial budaya.
Isu kebencanaan sempat ramai menjadi pemberitaan. Bagaimana keterlibatan Kementerian PPPA dalam setiap peristiwa bencana tersebut?
Setiap terjadi bencana kami dari Kementerian PPPA pasti akan mengadakan rapat koordinasi dengan kementerian/lembaga serta stakeholder terkait dengan penanganan bencana. Kami dari Kementerian PPPA memastikan di tempat pengungsian pasca bencana ini hak-hak perempuan terpenuhi dan perlindungan hak-hak anak dilakukan dengan baik.
Beberapa hal yang kami pastikan adalah posko pengungsian tersebut harus ramah perempuan dan anak. Hal tersebut dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak. Selain itu, kami juga perhatikan pemenuhan hak-hak mereka. Contohnya ketika banjir kemarin. Kami menjenguk posko pengungsian di Lebak dan membuat posko ramah perempuan dan anak.
Di sana ada sekolah yang rusak karena banjir. Jadi kami pastikan bagaimana pemenuhan hak pendidikan anak-anak di sana. Untuk perempuan misalnya, bagaimana mereka juga tetap bisa berdaya di pos pengungsian karena di sana mereka banyak waktu luang. Untuk di Lebak, kami melakukan pendataan, pelatihan apa yang mereka butuhkan selama di pengungsian.
Menjelang 100 hari kerja, apa saja yang Anda rasakan selama bergelut sebagai Menteri PPPA?
Perlu diingat juga kementerian ini sudah ada sejak periode sebelum-sebelumnya. Jadi tugas yang diembannya tidak terasa berat karena pondasi kuat dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang ditinggalkan menteri-menteri sebelumnya. Saya yang akan meneruskan, tidak telalu menjadi beban berat, karena tinggal melanjutkan. Kami sudah punya bumper yang kuat, seperti terkait Revisi Undang-Undang Perkawinan yang dapat mencegah perkwainan usia anak.
Kendala yang Anda rasakan selama ini apa?
Walaupun ini medan baru bagi saya, tentu saya akan mempelajari lebih dalam lagi. Komitmen hidup saya, bagi saya tidak ada istilah tidak bisa. Tidak ada istilah tidak mungkin, asal ada kemauan dan kerja keras. Saya harapkan kerja sama dan dukungan teman-teman di Kementerian PPPA untuk menyukseskan program-program yang menjadi tanggung jawab di kementerian ini.

N-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!