Wishnutama Kusubandio : Kembangkan Pariwisata dengan Lebih Kreatif
Sabtu, 14 Des 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBetul sekali, hal ini juga menjadi perhatian kami. Disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Negara bahwa SDM menjadi kunci negara kita untuk bisa melompat.
Kami akan berupaya maksimal untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus SDM pariwisata yang kompeten di bidangnya serta memiliki standar global. Yang nantinya ditempatkan SDM andal dalam bidang kepariwisataan pada bidang hospitality, daya tarik, dan destinasi, even, serta travel dan layanan transportasi.
Langkah apa saja yang akan dilakukan?
Dalam upaya menghasilkan SDM pariwisata yang andal, kami akan memaksimalkan keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yakni Politeknik Pariwisata dan Sekolah Tinggi Pariwisata yang berada di bawah naungan Kemenparekraf. Kami akan menerapkan pada UPT tersebut kurikulum berstandar global yakni mengacu pada Tedqual UNWTO atau kurikulum yang tersertifikasi Badan Pariwisata Dunia (UNWTO). Selain itu akan dilakukan berbagai program lain seperti kursus kewirausahaan pariwisata yang bekerja sama dengan industri serta membuka kelas internasional.
Untuk peningkatan SDM ini apakah menggandeng pihak industri?
Tentu saja, Kemenparekraf akan meningkatkan peran industri dan lembaga lain dalam meningkatkan SDM Pariwisata yang tersertifikasi. Ditargetkan hingga akhir tahun 2019 terdapat 500 ribu SDM pariwisata yang tersertifikasi.
Di sini kami juga akan terus memperkuat pelatihan-pelatihan sebagai bentuk kemitraan usaha masyarakat, seperti untuk bidang pemandu wisata, kuliner, dan homestay. Tenaga kerja yang digunakan akan dikembangkan dari daerah atau asal destinasi tersebut.
Terkait jumlah SDM pariwisata bagaimana?
Dalam pengembangan lima destinasi super prioritas yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo serta destinasi lain di Indonesia harus selaras dengan penciptaan lapangan kerja sekaligus pemenuhan SDM Pariwisata yang ditargetkan mencapai 13 juta pada 2020 dan meningkat hingga 15 juta di tahun 2024.
Beberapa waktu lalu, ada informasi yang mengatakan Anda akan mengubah Toba dan Bali ramah wisman muslim. Tangggapannya?
Ha...ha...ha. Terkait beredarnya pemberitaan di media yang berjudul Wishnutama dan Angela Bakal Sulap Toba dan Bali Ramah Wisman Muslim, dengan ini kami sampaikan bahwa kami tidak pernah mengeluarkan wacana wisata halal di Toba dan Bali serta mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang diberitakan oleh sebuah media nasional. Akan "menyulap" Toba dan Bali sebagai destinasi wisata ramah wisman muslim.

Berita itu bisa dikatakan hoaks?
Kami menyesalkan jika pemberitaan mengenai hal tersebut telah mengundang polemik di kalangan masyarakat, termasuk para pelaku industri dan insan pariwisata di Tanah Air. Persepsi yang muncul atas pemberitaan tersebut juga sangat bertolak belakang dengan pandangan dan komitmen kami dalam menghargai budaya, kearifan lokal, dan keberagaman.
Untuk itu kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan dan terima kasih kepada pihak media yang telah mengklarifikasi hal tersebut. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan respons dan tanggapan. Hal ini menjadi gambaran utuh bahwa pariwisata adalah bagian dan milik seluruh elemen bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!