Wishnutama Kusubandio : Kembangkan Pariwisata dengan Lebih Kreatif
Sabtu, 14 Des 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Wahyu Putro A
Kelima destinasi super prioritas itu ialah Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara). Presiden Joko Widodo sebelumnya menargetkan pembangunan infrastruktur pendukung di lima destinasi super prioritas selesai pada akhir 2020.
Dalam upaya mempercepat rencana tersebut koordinasi dilakukan dengan Polri yang mendukung langsung stabilitas keamanan pariwisata Indonesia. Sedangkan akses menuju destinasi pariwisata koordinasi dilakukan dengan Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan jajaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendongkrak kunjungan wisatawan ke Indonesia, reporter Koran Jakarta, Muhammad Zaki Alatas berkesempatan mewawancarai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, dalam beberapa kesempatan terpisah, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.
Saat menerima amanah untuk mengurus pariwisata, apa yang ada di pikiran Anda?
Saya melihat perlunya ada kreativitas untuk mengelola daya tarik wisata. Ini karena pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai core business bangsa Indonesia, sehingga ke depan harus dikelola lebih kreatif agar menghasilkan devisa serta dikunjungi wisatawan berkualitas.
Kreativitas tidak hanya dibutuhkan dalam mengelola produk ekonomi kreatif seperti film dan musik. Kreativitas juga diperlukan di sektor pariwisata, khususnya bagaimana membuat destinasi pariwisata memiliki daya tarik yang luar biasa.
Bisa diberikan contohnya?
Seperti destinasi ternama dunia yang dikunjungi banyak wisatawan karena dikelola secara kreatif sehingga memiliki daya tarik yang luar biasa. Contohnya even karnaval bunga Pasadena. Karnaval bunga rose terbesar dunia yang diselenggarakan di Pasadena, Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) dalam menyambut pergantian tahun setiap 2 Januari tersebut memiliki daya tarik tinggi karena dikelola secara kreatif.
Kreativitas itu akan coba diterapkan di destinasi pariwisata kita?
Kami akan coba. Indonesia memiliki banyak calender of event (CoE). Ke depan kami pilih dan fokus beberapa saja namun memiliki daya tarik yang luar biasa agar banyak mendatangkan wisatawan. Terlebih lagi, kami memiliki alam yang menarik itu sebagai anugerah Tuhan. Tinggal bagaimana kreativitas kita untuk menjadikan sebagai daya tarik yang luar biasa agar dikunjungi wisatawan.
Bagaimana dengan rencana kerja ke depannya?
Dengan kolaborasi dua sektor yakni pariwisata dan ekonomi kreatif, kami memiliki tiga target. Pertama, pariwisata sebagai penghasil devisa nomor satu di Tanah Air. Kedua, produk ekonomi kreatif Indonesia menjadi terbaik di kawasan ASEAN.
Ketiga, menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Menyatunya pariwisata dan ekonomi kreatif dalam satu kementerian (Kemenparekraf) atau badan (Baparekraf) menjadi kekuatan tersendiri karena kedua bidang tersebut saling mendukung.
Contoh kolaborasi tersebut seperti apa?
Sinergitas pariwisata dan ekonomi kreatif juga diwujudkan dalam mengembangkan restoran Indonesia di luar negeri. Restoran Indonesia di luar negeri tidak sekadar menjual makanan saja, namun menjadikan 'jendela' untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Indonesia. Ke depan pariwisata akan jauh lebih maju manakala didukung bidang kreatif atau sebaliknya.
Untuk itu, apakah SDM pariwisata yang ada sudah mencukupi?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!