Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Revisi UU KPK Berlawanan dengan Nawacita

📅 Senin, 09 Sep 2019, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Revisi UU KPK Berlawanan dengan Nawacita Doc: ANTARA/MAULANA SURYA
Ket. DUKUNG KPK I Warga mewarnai jalan dengan tulisan “Save KPK” saat aksi di Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/9). Aksi tersebut sebagai bentuk dukungan kepada KPK.

JAKARTA - Penolakan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus mengemuka di tengah masyarakat. Sejumlah kalangan berharap pada Presiden Joko Widodo tidak mengirimkan Surat Presiden (Surpres) pembahasan UU KPK ke DPR.

Pegawai KPK pun menggelar aksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (9/9). Aksi simbolik dengan memakai kain hitam.

"Penutupan KPK dengan kain hitam mengingatkan bahwa ada jalan panjang yang harus kita lalui di negeri ini daripada sekadar membawa UU KPK. Kalaupun mau ada perubahan, itu memperkuat bukan memperlemah," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, di Jakarta, Minggu.

Direktur Indonesia Budget Center (IBC), Nur Alam, yang mewakili Koalisi Masyarakat Madani Penyelamat KPK, mengatakan revisi UU KPK berlawanan dengan Nawacita yang diusung Presiden Jokowi, yakni membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, serta menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya. "Seharusnya Presiden tidak mengeluarkan Surat Presiden (Supres) karena rencana revisi UU KPK cacat hukum dan cacat prosedur," katanya.

Diungkapkan, revisi UU yang mendapat sorotan negatif secara luas dari masyarakat kemudian bisa diputuskan dalam dua minggu hanya bisa terjadi di era otoritarian. Di era otoritarian aturan publik ditentukan oleh mereka yang berkuasa. ola/ags/AR-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...

BMKG: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Lombok Barat

53 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
BMKG: Gempa Magnitudo 5,2 G...
Ekonomi
Dibayangi Gejolak Minyak - ...

Yusuf Susilo Hartono Pamerkan Tubuh Urban

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Yusuf Susilo Hartono Pamerk...
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.