Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mencicipi Santapan Natal di Sejumlah Negara

📅 Senin, 24 Des 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Hidangan Natal di Jerman identik dengan makanan manis seperti Pfefferkuchenhaus, rumah kue jahe yang dihiasi dengan permen, manisan dan gula halus yang seperti salju. Selain itu, ada juga Grunkohl atau kale, yang biasanya disajikan dalam bentuk stew. Biasanya setiap keluarga memiliki resep sendiri untuk menyajikan kale. Begitupun dengan hidangan angsa panggang dengan pangsit dan kubis merah. gma/R-1

Terinspirasi dari Permen Natal

Terinspirasi dari manisan yang kerap kali dijumpai saat Natal, brand perawatan kulit dan kosmetik The Body Shop merayakan Natal tahun ini dengan cara yang berbeda. Kali ini, mereka meluncurkan koleksi perawatan kulit yang diambil dari manisnya permen dan marshmallow.

Dilontarkan oleh Ratu Ommaya, Brand Manager The Body Shop Indonesia bahwa kali ini mereka ingin menawarkan sesuatu yang berbeda, terutama dari koleksi perawatan kulit dalam menyambut Natal.

Adapun bahan-bahan dan aroma unik yang ditawarkan, mulai dari manisnya permen strawberry, segarnya perpaduan permen dan peppermint serta lembutnya aroma vanilla dan marshmallow. "Apalagi saat ini banyak orang mulai peduli dengan kulitnya. Semakin ke sini, masyarakat menyadari bahwa kosmetik bertujuan untuk menutupi sesuatu," kata Maya, beberapa saat lalu.

Ia mengatakan perawatan kulit saat ini tengah menjadi tren di kalangan masyarakat, agar dapat tampil menawan dengan cara merawat kulitnya sehingga tidak hanya ditutupi oleh kosmetik saja.

Untuk trennya sendiri pada 2019, Maya mengatakan berbeda dengan kosmetik, ranah produk perawatan kulit jauh lebih luas. Namun, trennya kini lebih ke arah masyarakat yang telah mengetahui jenis kulitnya. "Positifnya sekarang orang semakin kritis dengan jenis kulitnya seperti apa dan kandungan bahan-bahan pada produk perawatan kulit. Hingga mereka dapat mengetahui dan menemukan perawatan kulit yang sesuai dengan diri mereka," jelasnya.

Maya menjelaskan bahwa edukasi masyarakat juga diperlukan dalam melakukan proses perawatan kulit. Karena pada dasarnya, proses merawat kulit tidak ada yang instan. Sehingga masyarakat perlu hati-hati dalam menggunakan produk yang menawarkan segala sesuatunya yang serba instan. Itu karena setiap penggunaan produk perawatan kulit harus berkelanjutan dan disiplin. Apalagi, merawat kulit adalah suatu investasi di masa depan.

Kalaupun ternyata mengalami keluhan seperti wajah menjadi 'buruk' untuk sementara waktu, itu hal yang lumrah karena kulit sedang mengeluarkan toksin di dalam tubuh. Namun jika reaksi yang dihasilkan adalah rasa gatal, kemerahan, terasa panas atau kulit seperti terbakar, barulah disarankan untuk berhenti menggunakan produk tersebut. Itu artinya kulit alergi dengan kandungan yang ada atau kulit tidak cocok dengan jenis produk itu. Normalnya jika kulit alergi atau tidak cocok akan langsung terlihat pada pemakaian pertama. gma/R-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Olahraga
Laga AC Milan dan Inter Mil...

Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kabut Asap Selimuti Kota Pa...

Misi Rahasia di Biak: AS Lacak Prajurit yang yang Hilang

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Misi Rahasia di Biak: AS La...
Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.