Santan dan Rempah, Resep Kuliner Betawi
📅 Senin, 05 Nov 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
Di berbagai tempat di Indonesia, dijumpai macam-macam jenis soto. Perbedaan soto antara satu daerah dengan daerah lain, biasanya, terletak pada kuah dan juga pelengkapnya. Salah satu menu soto favorit nusantara adalah soto khas betawi.
Soto Betawi merupakan soto yang populer di daerah Jabodetabek. Seperti halnya soto Madura dan soto sulung, soto Betawi juga menggunakan jeroan. Selain jeroan, seringkali organ-organ lain juga disertakan, seperti mata, terpedo, dan juga hati.
Daging sapi juga menjadi bahan campuran dalam soto Betawi. Kuah soto Betawi aslinya merupakan campuran santan dan susu. Kedua campuran inilah yang membuat rasa soto Betawi begitu khas. Namun soto Betawi tidak melulu dengan kuah bersantan, ada juga soto Betawi yang menggunakan kuah bening, walaupun cukup jarang kita temukan.
Keunikan lain dari soto Betawi terletak pada racikan bumbunya yang kaya rempah. Walaupun tidak semua penjual soto Betawi menggunakan susu segar sebagai campuran kuahnya (salah satu penyebabnya tidak mudah mendapatkan susu sapi segar), namun ciri khas dengan bumbu yang kental membuat soto Betawi menjadi menu favorit di berbagai daerah, tidak hanya di seputaran Jakarta, namun soto Betawi bisa ditemukan dengan mudah di berbagai daerah di Indonesia.
Secara umum, soto khas Betawi memakai paduan susu dan santan. Rasanya gurih dengan aroma harum rempah. Enak dihirup hangat. Seperti halnya soto Madura, soto Betawi juga punya isian komplet seperti potongan daging serta jeroan. Variasi soto Betawi berbeda-beda pada warna kuahnya. Ada yang berwarna putih hingga kemerahan.
"Warnanya berasal dari campurannya. Kalau putih menunjukkan bahwa kuah kaldunya tidak diberi campuran cabel dan rempah terlalu banyak," tutur Astrid, seorang penikmat kuliner nusantara. Untuk menghasilkan kaldu yang gurih serta daging yang empuk, daging bagian sengkel jadi pilihan tepat. "Sekitar 1 Kg daging sengkel dipotong menjadi tiga bagian dan direbus dengan api sedang selama 1 jam," jelas Astrid.
Bumbunya terdiri dari bawang putih, bawang merah, lada, daun jeruk, serai, kayu manis, kapulaga dan star anise (pekak). "Bawang putih, bawang merah dan lada dihaluskan dan ditumis dengan minyak samin. Minyak samin bisa diganti dengan margarin atau mentega," ungkapnya. Minyak samin akan memberi rasa gurih sekaligus harum yang khas.
Bumbu yang sudah ditumis ditambahkan ke dalam air kaldu. Setelah itu masukkan santan dan susu. "Santan dan susu perbandingannya bisa 1:1. Perpaduan antara susu dan santan bisa menghasilkan rasa yang lebih ringan tidak terlalu berlemak," tambahnya.
Setelah matang, barulah daging sengkel rebus diiris kecil-kecil. Sajikan soto Betawi bersama dengan taburan bawang goreng, irisan daun bawang, tomat, kentang goreng dan juga acar. yun/E-6
Beragam Menu Soto
Selain Betawi, soto memiliki beragam varian. Meski banyak resep dengan khas daerah, rasa lezat Soto tetap menggoda dan enak untuk disantap kapan saja. Di Jawa Timur, Soto identik dengan kuah bening. Di Jakarta, Soto disajikan bersantan dan gurih. Di Bandung, kuah Sotonya lebih bening. Beberapa varian Soto di daerah antara lain :
1. Soto Lenthok
Soto yang satu ini merupakan khas dari kota yang istimewa, yaitu Yogyakarta. Pembeda dengan soto yang lainnya adalah lenthok-nya itu. Lenthok sendiri terbuat dari singkong atau kalau bahasa jawanya telo, yang dihaluskan dan diberi bumbu kemudian dibentuk bulat lalu digoreng. Lenthok ini rasanya gurih lezat, apalagi kalau dicampur sama kuah soto yang masih panas.
2. Soto Kudus
Soto yang berasal dari daerah Kudus ini punya ciri khas, yaitu penyajiannya menggunakan mangkok yang kecil. Isiannya hampir sama seperti soto pada umumnya, ada tauge dan juga kol. Soto kudus bisa berisi daging ayam atau daging kerbau, tapi untuk daging kerbau jika diluar kota kudus akan sulit untuk mencarinya. Tetapi kalau kita mencarinya di daerah Kudus mungkin kita akan mudah menemukannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!