Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Siti Nurbaya: Jangan Tembak Buaya

📅 Senin, 18 Jun 2018, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Siti Nurbaya: Jangan Tembak Buaya Doc: istimewa

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar minta Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) untuk tidak menembaki buaya yang muncul di Dermaga Pulau Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Kami sudah minta pihak Lantamal untuk tidak menembak dengan senjata api ke satwa tersebut. Namun perlu disiapkan langkah evakuasi segera agar buaya tidak mengancam keselamatan masyarakat sekitar," ujar Siti Nurbaya, di Jakarta, Sabtu (16/6).

Menurut Siti, buaya berukuran 2,5 meter itu berada di air asin yang bukan habitatnya. Lama-lama dia bisa mati. Karena berada di perairan umum, maka buaya perlu dievakuasi untuk keselamatan masyarakat. Langkah-langkah evakuasi, dikoordinasikan dengan Lantamal dan Manajemen Taman Impian Jaya Ancol. Selain itu, lembaga konservasi sedang mengidentifikasi kejadian tersebut.

Kemarin tim lapangan masih standby bersama manajemen Ancol dan Lantamal. Jaring-jaring pengaman ke batas Ancol juga sudah terpasang. Hingga kemarin, belum diketahui fenomena yang menyebabkan buaya tersebut berkeliaran di sekitar pantai. Ia telah meminta Dirjen KSDAE dan pejabat terkait untuk terus mencari informasi tentang buaya tersebut dilepas atau terlepas.

"Pada dasarnya buaya merupakan satwa air tawar. Diperkirakan buaya lepas dari penangkaran atau lepas saat banjir. Ini akan diselidiki," ujar Siti Nurbaya.

Siti mengaku sudah minta jajaran terkait untuk mengecek semua lembaga konservasi atau penangkaran di sekitar Pluit. Sebab sangat kecil kemungkinan buaya tersebut berada di pantai karena faktor alam.

Sebelumnya, buaya itu ditembak saat menampakkan diri di Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/6). Tembakan mengenai dua titik di bagian tubuh. Namun buaya menghilang kembali.

sur/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Petani Perkuat Perlindungan...
Daerah
Warga Pasuruan Rayakan Sema...
Megapolitan
Edukasi Program Tunggu Anak...

LRT Jakarta Fase 1B Hampir Rampung

2 jam lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
LRT Jakarta Fase 1B Hampir ...
Megapolitan
Jembatan Penyeberangan Oran...

Limbah Pabrik Cemari Setu di Depok

3 jam lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Limbah Pabrik Cemari Setu d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.