Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan PM Najib Dilaporkan ke KPK Malaysia

📅 Selasa, 15 Mei 2018, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantan PM Najib Dilaporkan ke KPK Malaysia Doc: AFP/ROSLAN RAHMAN

KUALA LUMPUR - Mantan pejabat Komisi Antikorupsi Malaysia, Abdul Razak Idris, melaporkan mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak ke Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) karena menghalangi penyelidikan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) senilai 3,2 miliar dollar AS.

"Alasan saya mengajukan laporan h agar MACC dapat mengambil tindakan cepat," kata Datuk Abdul Razak Idris di Kuala Lumpur, Senin (14/5).

Abdul Razak mengatakan, dia baru mengajukan laporan ini sekarang karena laporan itu tidak akan ada gunanya jika diajukan saat Najib menjabat karena tidak akan ada tindakan yang diambil.

Dia juga mengatakan, mantan atasannya yang mendorongnya untuk melaporkan kasus ini, tetapi Abdul Razak menolak menyebutkan namanya.

"Beberapa orang khawatir tentang saya karena berani keluar untuk mengajukan laporan ini, tetapi tidak apa-apa. Saya sudah berusia 69 tahun. Jika saya mati, saya mati untuk negara ini," ujarnya.

Najib Razak diduga mentransfer 681 juta dollar AS dari dana 1MDB ke rekening pribadinya untuk mendanai belanja mewah sang istri. 1MDB adalah lembaga investasi yang didirikan pemerintah Malaysia untuk memberikan manfaat pada rakyat.

Gagasannya, 1MDB akan berinvestasi dalam sejumlah proyek di seluruh dunia, kemudian keuntungannya akan dikembalikan pada rakyat Malaysia.

Namun, dalam praktiknya, organisasi ini dituduh telah menyedot dana negara ke rekening pribadi Najib Razak dan orang-orang dekatnya.

Sementara itu, PM Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan para pejebat kementerian pemerintah sebelumnya untuk tidak menghancurkan dokumen karena aparat penegak hukum akan memulai penyelidikan.

Mahathir juga mengumumkan akan menunjuk ketua baru Komisi Antkorupsi dan mengganti Jaksa Agung.

Pembebasan Ditunda

Pada kesempatan itu, Mahathir mengatakan pembebasan pejuang reformasi Anwar Ibrahim yang awalnya diperkirakan pada hari ini (Selasa, 15/4) harus diundur. "Janji kami untuk mendapatkan pengampunan untuk Anwar akan terus berlanjut.

Meski sudah disepakati, pertemuan Dewan Pengampunan akan sedikit tertunda karena kami ingin mengikuti aturan," ujar Mahathir.

Anwar Ibrahim adalah pemimpin defacto Pakatan Harapan, anggota koalisi oposisi yang menyokong Mahathir pada pemilu Malaysia 2018.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Megapolitan
Dirut RSUI: Seluruh Pasien ...

IDAI Promosilan Gerakan ASI Eksklusif hingga 2 Tahun

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
IDAI Promosilan Gerakan ASI...
Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.