Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelayanan Peserta BPJS Mesti Ditingkatkan

📅 Kamis, 01 Feb 2018, 05:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelayanan Peserta BPJS Mesti Ditingkatkan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada tahun ini telah memasuki tahun kelima. Banyak hal yang dihadapi di lapangan terkait pelaksanaan program itu.

"Ini urusan dengan rakyat kecil sehingga 'printilannya' (komponennya) banyak sekali yang harus mendapat perhatian. Satu orang saja tidak terlayani gaungnya ke jutaan orang. Walau kita sudah bisa melayani 92 juta orang, kita bisa dianggap tidak melakukan pelayanan apa-apa. Ini tantangan yang harus dihadapi ketika melayani rakyat kecil," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, dalam talkshow Penguatan Komitmen Lintas Sektor dalam rangka Implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Kantor Sekretariat Kabinet Jakarta, Rabu (31/1).

Puan menyebutkan terdapat beberapa isu terkait Program JKN, antara lain terkait iuran kepesertaan, pelayanan pihak rumah sakit kepada peserta, sinkronisasi data peserta antarlembaga terkait dan pendaftaran peserta oleh pemberi kerja.

"Terkait iuran, ada usulan menaikkan iuran sebagai solusi atas masalah defisit BPJS Kesehatan. Tetapi sesuai arahan Presiden, iuran agar tidak dinaikkan," imbuhnya.

Sementara terkait pelayanan rumah sakit, Puan mengatakan sepertinya melayani masyarakat miskin tidak perlu dengan senyum. "Senyum saja mahal apalagi pelayanan kesehatan. Dokter dan perawat kurang ramah dan tidak pernah senyum kepada pasien BPJS Kesehatan," tambahnya.

Ia meminta agar kondisi seperti itu diubah. "Tenaga medis datang tidak dengan cemberut saja, mereka (pasien) sudah sembuh 50 persen," tambah Puan.

Sudah Terlayani

Dalam kesempatan tersebut, Puan juga mengungkapkan pelayanan jaminan kesehatan nasional oleh BPJS Kesehatan saat ini telah menjangkau 187,98 juta penduduk atau 73 persen dari total penduduk Indonesia.

"Pelayanan jaminan kesehatan nasional atau JKN merupakan bagian dari sistem jaminan kesehatan nasional yang diselenggarakan BPJS Kesehatan," kata dia.

Ia menyebutkan dari 187,98 juta penduduk Indonesia yang terkover program itu, sebanyak 92,4 juta penduduk atau lebih dari 35 persen penduduk, iurannya dibantu oleh pemerintah (per 31 Desember 2017).

"Pada tahun 2019, diharapkan kita sudah mencapai universal health coverage atau sekitar 250 juta penduduk atau sekitar 95 persen penduduk Indonesia," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK juga meminta kementerian-lembaga terkait dan pemerintah daerah memperkuat program JKN dengan menjalankan Inpres 8/2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN.

Puan meminta kualitas pelayanan JKN ditingkatkan dengan kerja sama dari Kermenterian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan pemerintah daerah untuk memberikan kepuasan pada rakyat. cit/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Luar Negeri
Inggris Impor Air dari Norw...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.