Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melihat Fenomena Gerhana Bulan Biru Kemerahan

📅 Selasa, 30 Jan 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Yang membuat fenomena ini makin menarik ialah dapat dinikmati dengan mata telanjang alias tanpa bantuan alat apapun. Ditambah Indonesia masuk dalam jajaran tempat yang direkomendasikan untuk menikmati fenomena Super Blue Blood Moon, di antara negara-negara di Asia Tengah dan Timur lainnya, seperti Selandia Baru dan Australia. Kemudian di Eropa, Super Blue Blood Moon akan terlihat sebelum Matahari terbit di Amerika Utara, Alaska dan Hawaii.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menjelaskan Indonesia dibagi tiga zona waktu, yakni WIB, WITA, dan WIT, sehingga untuk menyaksikan Super Blue Blood Moon waktu terbaiknya akan berlangsung sejak pukul 18.48 WIB. Itu artinya, Indonesia Tengah kebagian pada pukul 19.48 WITA, dan Indonesia Timur pada pukul 20.48 WIT.

Adapun keseluruhan proses gerhana diperkirakan terjadi sampai pukul 22.11 WIB. Dengan demikian, Indonesia Tengah akan menikmati fenomena itu hingga pukul 23.11 WITA dan Indonesia Timur pada pukul 24.11 WIT.

"Pada momen ini Bulan akan menjadi gelap dan kemerahan saat seluruh purnama masuk ke bayangan inti Bulan. Warna merah ini disebabkan oleh pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfir Bumi," jelas Thomas.(ima/R-1)

Sejumlah Fakta Menarik

Kejadian gerhana Bulan total, supermoon, dan blue moon di saat yang bersamaan menyisakan sebuah fakta yang menarik untuk Anda ketahui, berikut beberapa diantaranya.

Jarak Bulan dekat

Bulan purnama pada 31 Januari selamaperigee(istilah ilmiah umum yang digunakan para ilmuwan dalam menggambarkan jarak terdekat Bulan dengan Bumi) akan terjadi jarak terdekat Bulan dengan Bumi dalam satu orbit tunggal, yang berarti bahwa diameternya akan muncul sekira 7 persen lebih besar dan 14 persen lebih terang dari biasanya. Sehingga, fenomena ini juga bisa disebut sebagai supermoon.

Terakhir kali 152 tahun yang lalu

Gerhana pada 31 Januari 2018 nanti terjadi saat Bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon. Dikutip dari keterangan tertulis, LAPAN menyatakan bahwa 3 fenomena terjadi di waktu yang sama ini terakhir kali bisa diamati pada 31 Maret 1866 atau 152 tahun yang lalu.

Fenomena dunia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.