Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DJSN: Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Positif

📅 Selasa, 26 Sep 2017, 08:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
DJSN: Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Positif Doc: Koran Jakarta/M Yasin
Ket. Penilaian Kinerja - Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Sigit Priohutomo (dua dari kiri) menyerahkan serifikat penilaian kinerja kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto (dua dari kanan) disaksikan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono (kanan) dan Ketua Komisi Kebijakan DJDN, Zaenal Abidin, di Jakarta, Senin (25/9). DJSN memberikan penilaian positif atas kinerja BPJS Ketenagakerjaan untuk tiga tahun terakhir, yakni 2014, 2015, dan 2016.

JAKARTA - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) memberikan penilaian tentang kinerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) untuk tiga tahun terakhir, yakni 2014, 2015, dan 2016. Penilaian ini merupakan rapor perdana setelah bertransformasi dari PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Januari 2014. Ketua DJSN, Sigit Priohutomo, menuturkan penilaian yang dilakukan DJSN menggunakan sistem self assesment di mana BPJS Ketenagakerjaan diberikan kewenangan untuk melakukan penilaian.

Setelah itu, DJSN mengklarifikasi penilaian yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dari laporanlaporan yang diterima. "Rapor yang selama ini belum terbentuk sistemnya, tapi sekarang kita sudah siapkan perangkatnya untuk penilaian dan kita sudah mendapatkan hasil. Penilaian ini kita pancing dengan melakukan self assesment, karena yang mengerti seluk beluk semua ada di tempat yang kita nilai tersebut," kata Sigit dalam sambutannya pada acara penyerahan hasil penilaian kinerja BPJS Ketenagakerjaan periode 2014, 2015, dan 2016 oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional, di Jakarta, Senin (25/9).

Dalam penilain yang dilakukan Tim DJSN memberikan hasil positif. Pada tahun 2014, BPJS Ketenagakerjaan memperoleh nilai 101,062 atau sehat sekali. Pada 2015 sedikit menurun dengan nilai 99,13 atau sehat. Selanjutnya pada 2016 naik kembali menjadi 104,86, atau sehat sekali. "Kami berharap hasil menilaian ini menjadi pemicu jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk terus meningkatkan kinerjanya pada masa mendatang," kata Sigit. Selain itu, lanjutnya, dengan kinerja yang sangat membanggakan ini, BPJS Ketenagakerjaan juga dapat meningkatkan manfaat bagi pekerja atau pesertanya.

"Dengan kinerja yang membanggakan ini, kami juga mewacanakan agar jajaran direksi mendapatkan insentif," tambahnya. Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono, menambahkan, tantangan terbesar BPJS Ketenagakerjaan saat ini adalah terkait peningkatan jumlah kepesertaan, terutama Bukan Penerima Upah (BPU). Karena itu, Guntur mendukung segera direalisasikan Agen Perisai. Perisai merupakan agen sosial yang diciptakan untuk meningkatkan penetrasi dari produk-produk BPJS Ketenagakerjaan. "Agen Perisai ini akan berada seluruh daerah hingga tingkat kelurahan. Bahwa di lapisan masyarakat pekerja paling bawah," katanya.

Jadi Pemicu

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, rapor yang diberikan oleh DJSN ini menjadi cambuk sekaligus pemicu manajemen BPJS Ketenagakerjaan untuk bekerja lebih baik lagi. "Ini rapotnya kita terima langsung tiga tahun berturutturut dari 2014, 2015, dan 2016. Tentu ini kerja yang cukup keras dari DJSN dan BPJS Ketenagakerjaan," kata dia.

Agus mengatakan penilaian yang dilakukan oleh Tim DJSN tersebut, kriterianya dari beberapa perspektif, yaitu perspektif pelanggan, perspektif keuangan, perspektif proses internal, dan aspek pertumbuhan dan pembelajaran. "Semoga dengan hasil kinerja yang diterima ini dapat memberikan semangat baru bagi seluruh stakeholder BPJS Ketenagakerjaan untuk lebih fokus lagi melampaui tantangan yang diberikan hingga perlindungan bagi seluruh pekerja dapat terwujud," pungkasnya. cit/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
80 Perusahaan Bekerja Sama ...

Daerah-daerah Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah-daerah Siaga Kebakar...
Megapolitan
Bappeda Memilih Bus Sekolah...

Harga Cabai Rawit Rp67.350/Kg, Telur Ayam Rp29.350/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp67.350/...
Megapolitan
Sebanyak 16 Perusahaan Masi...
Megapolitan
Harga Kakao Kering di Lebak...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.