Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

-

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Membingungkan

📅 Selasa, 01 Agu 2017, 01:00 WIB | Oleh:
Ujicoba Simpang Susun Semanggi Membingungkan Doc: istimewa

Sistem buka tutup pada ujicoba Simpang Susun Semanggi membingungkan dan mengancam keselamatan pengguna kendaraan.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan, proyek Simpang Susun Semanggi (SSS) belum tuntas sepenuhnya. Sehingga, setelah ujicoba lalu lintas pada Jum'at (28/7) malam, Simpang Susun Semanggi itu kembali ditutup meski akhirnya dibuka esok harinya.

"(Kalau ditutup lagi), tanya polisi saja. Saya masih tangani proyeknya. Simpang susun semanggi itu masih dalam pengelolaan proyek. Kemarin ujicoba itu dalam rangka mengevaluasi, memonitor lalu lintas," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (31/7).

Menurutnya, penutupan kembali Simpang Susun Semanggi itu dikarenakan ada beberapa pekerjaan yang perlu perbaikan dan penyempurnaan. Sebab, Simpang Susun Semanggi ini harus diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2017 nanti oleh Presiden Joko Widodo.

"Ya (belum selesai). Yang belum selesai itu aplikasi program lighting, pengembalian kondisi taman, dan hal lainnya yang perlu penyempurnaan. Kalau rambu, mungkin hari ini rambu larangan sepeda motor masuk," katanya.

Kepala Seksi Pembangunan Simpang Tidak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hananto Krisna mengatakan, biaya pembangunan Simpang Susun Semanggi ini senilai Rp 360 Miliar. Namun, angka itu bukan hitungan tim konsultan aprraisal yang ditunjuk oleh Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD). Menurutnya, angka tersebut merupakan perencanaan biaya pembangunan SSS yang dihitung PT MPP.

"Makanya, serah terima aset belum dilakukan lantaran dalam aturannya harus didahului oleh penilaian aset oleh tim konsultan. Saat ini, tim konsultan sedang bekerja melakukan penilaian. Serah terima aset juga menunggu pembangunan selesai," katanya.

Terkait penutupan Simpang Susun Semanggi pasca-softlaunching ujicoba Jumat lalu, Hananto menjelaskan bahwa itu adalah proses yang dilakukan dalam membuka suatu jalan atau jembatan atau bangunan infrastruktur lain ketika sudah selesai dibangun. Hal itu bertujuan untuk melihat perilaku pengendara atau masyarakat yang melewati jalan atau jembatan tersebut.

"Artinya, open traffic oleh Gubernur Djarot, Jumat lalu adalah semacam ujicoba untuk melihat perubahan pola traffic lalu lintas yang terjadi di kawasan Semanggi dan sekitarnya setelah SSSi dioperasikan. Jadi Kalau simpang sini macet, penutupan harus dilakukan agar kemacetan tidak bertambah. Tujuannya untuk membagi kemacetan di simpang lain. Jadi sifatnya situasional," jelasnya.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Abdhul Gani menyayangkan sikap Dinas Bina Marga yang mengambil sistem buka tutup pada saat ujicoba dilakukan. Menurutnya, hal itu justru akan membingungkan dan mengancam keselamatan pengguna kendaraan. "Ujicoba melibatkan masyarakat itu harusnya semacam sosialisasi. Bukan untuk perbaikan fisik dan tekhnis kontruksi," ucapnya.

Urai Kemacetan

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mengatakan, pihaknya akan tetap mengevaluasi dan memantaunya dengan ketat ujicoba operasional Simpang Susun Semanggi itu. Sebab, dia yakin Simpang Susun Semanggi ini bisa mengurai kemacetan ibukota secara signifikan.

"Cukup lumayan juga untuk mengurai kemacetan. Kami akan melihat perilaku dari pengendara dan perilaku dari perubahan arus supaya mereka paham ya. Karena kebanyakan yang saya lihat belum paham ya. Ragu-ragu, belum paham ya, sehingga pelan di hijau, gitu ya," katanya.

Dia meminta agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait menambah rambu-rambublalu lintas yang diperlukan agar bisa memperjelas pengguna jalan. Hingga 17 Agustus 2017 nanti, pihaknya akan tetap mengoperasikan Simpang Susun Semanggi untuk mengetahui prilaku pengendara sebelum diresmikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Hindari Pelacakan, Transaksi Miras di Bantul Leat COD

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Hindari Pelacakan, Transaks...

Timnas Indonesia U-19 Tundukkan Vietnam

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Timnas Indonesia U-19 Tundu...
Daerah
Pasar Tani 2026 Hadirkan Pr...

Semarak Peringatan Hari Laut Sedunia

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Semarak Peringatan Hari Lau...

Ragam Produk UMKM Lokal Dipamerkan di Sigi

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Ragam Produk UMKM Lokal Dip...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.