Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Timur Tengah Guncang Industri Penerbangan, Proyeksi Laba Global Anjlok 44 Persen

📅 Senin, 08 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh:
Perang Timur Tengah Guncang Industri Penerbangan, Proyeksi Laba Global Anjlok 44 Persen Doc: AFP
Ket. Foto yang diambil pada 6 Desember 2023 ini memperlihatkan sebuah papan bertuliskan logo International Air Transport Association saat acara IATA Global Media Day di Geneva.

RIO DE JANEIRO – Industri penerbangan global hampir memangkas setengah proyeksi laba tahun 2026 akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga bahan bakar, mengganggu jalur penerbangan utama, dan memperlihatkan rapuhnya sektor yang selama ini beroperasi dengan margin keuntungan yang tipis.

Dilansir dari Chanel NewsAsia, Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau International Air Transport Association (IATA), yang mewakili lebih dari 370 maskapai penerbangan dengan pangsa sekitar 85 persen lalu lintas udara global, dalam laporan tahunannya pada Minggu (7/6) menyatakan kini memperkirakan industri penerbangan hanya akan membukukan laba bersih gabungan sebesar 23 miliar dolar AS pada 2026.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sekitar 41 miliar dolar AS dan juga menurun dari laba 45 miliar dolar AS yang diperkirakan diraih pada 2025.

Penurunan proyeksi ini menegaskan tingginya kerentanan maskapai terhadap gejolak geopolitik dan volatilitas harga bahan bakar, meskipun permintaan penumpang tetap kuat, tingkat keterisian pesawat meningkat, dan pendapatan industri diperkirakan menembus lebih dari 1,1 triliun dolar AS.

Direktur Jenderal IATA, Willie Walsh, mengatakan terdapat dua faktor utama yang menyebabkan revisi proyeksi tersebut.

“Ada dua faktor utama, yaitu kenaikan signifikan harga bahan bakar jet yang jauh lebih tinggi dari perkiraan banyak pihak, serta gangguan operasional yang dialami maskapai di kawasan Teluk. Kombinasi keduanya membuat kami harus menurunkan proyeksi,” kata Walsh kepada Reuters dalam pertemuan tahunan IATA di Rio de Janeiro.

Walsh memperkirakan sejumlah maskapai kecil akan mengalami kebangkrutan atau diakuisisi oleh maskapai yang lebih besar pada tahun ini dan tahun depan akibat tingginya biaya bahan bakar. Maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat, Spirit Airlines, menghentikan operasinya bulan lalu dan menjadi korban pertama industri penerbangan setelah pecahnya perang Iran.

Selain itu, maskapai diperkirakan akan mengurangi rute-rute yang tidak menguntungkan untuk menjaga margin keuntungan. Tarif tiket yang melonjak sejak pecahnya perang Iran juga diperkirakan tidak akan turun dalam waktu dekat.

“Dalam situasi ketika permintaan masih cukup kuat, tetapi kapasitas berkurang, kondisi itu kemungkinan akan membuat harga tiket tetap tinggi,” ujar Walsh.

Lonjakan Harga Bahan Bakar

Konflik di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memaksa maskapai mengalihkan rute penerbangan untuk menghindari wilayah udara yang ditutup atau dibatasi.

Akibatnya, waktu tempuh sejumlah penerbangan menjadi lebih panjang, konsumsi bahan bakar meningkat, dan kapasitas operasional yang sudah terbatas semakin tertekan.

Pada saat yang sama, harga minyak dunia melonjak akibat kekhawatiran terganggunya pasokan energi. Kondisi ini mendorong kenaikan tajam harga bahan bakar jet sekaligus memperlebar margin kilang, sehingga maskapai menghadapi lonjakan biaya terbesar dalam struktur operasional mereka.

Maskapai-maskapai Teluk seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways menghadapi ketidakpastian operasional paling besar setelah hampir seluruh wilayah udara kawasan tersebut sempat ditutup pada awal konflik.

Walsh mengatakan sebagian besar kawasan dunia diperkirakan masih mencatatkan keuntungan, meskipun lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Namun, maskapai-maskapai di Timur Tengah berpotensi mengalami kerugian akibat konflik dan melemahnya permintaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Nasional
KRI Nala evakuasi korban ke...
Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...
Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.