Sensasi Gurih Kuliner Madura
📅 Jumat, 21 Jul 2017, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Koran Jakarta/SELOCAHYO
Dengan budayanya yang khas dan tipikal merantau, tak mengherankan dengan mudah kita dapat menemukan kuliner Madura di berbagai pelosok Nusantara. Kehadiran suku Madura di suatu daerah akan ditandai dengan budaya, adat istiadat dan rutinitas keagamaan yang kental, termasuk keberadaan aneka koleksi masakan khas dari "Pulau Garam" itu.
Surabaya sebagai kota besar terdekat dan kerap menjadi tujuan urbanisasi orang Madura, telah akrab dengan berbagai menu kuliner khas Madura, sebut saja Soto Daging, Sate Ayam, Nasi Bebek, Kaldu Kokot, Rujak Petis dan Nasi Jagung.
Nasi jagung dikenal sebagai variasi nasi khas bagi masyarakat Madura. Walaupun demikian, nasi jagung juga terkenal berbagai daerah lain terutama kawasan pedesaan, lantaran mahalnya nasi beras.
Jagung yang digunakan dalam membuat nasi jagung adalah jagung yang sudah tua atau dikenal dengan istilah jagung pipil.
Di pasaran jagung pipil tersebut mudah ditemukan karena harganya yang relatif murah dibandingkan dengan harga jagung manis atau pun jagung muda. Nasi jagung umumnya disajikan bercampur dengan nasi putih lalu disantap dengan aneka lauk-pauk.
Meski terletak paling dekat dengan Pulau Garam, namun tak banyak tempat di Surabaya yang menjajakan Nasi Jagung khas Madura yang "recommended". Salah satu tempat yang menjual nasi jagung nikmat tanpa kompromi adalah "Nasi Jagung Babat Pasar Pegirian".

Seperti namanya, warung yang telah buka sejak 2006 itu berada tepat di depan Pasar Buah Pegirian, di Jalan Nyamplungan. Karena berdiri di badan jalan, maka warung yang selalu dipenuhi antrian pembeli itu hanya bisa buka pada malam hari untuk menghindari kemacetan.
Menu racikan Hajah Hamiah tersebut terbilang istimewa. Tak seperti nasi jagung pada umumnya yang berlauk seperti urap, sambal pencit, ikan klotok, wanita asal Desa Banyu Nesi, Kecamatan Tragah, Bangkalan.
Itu menyajikan sajian andalannya dengan aneka jeroan goreng, layaknya babat, usus, kikil, paru, dan beragam topping lain seperti telur bumbu bali, belut goreng, rempeyek udang, dan tentu sambal khas Madura.
Aneka jeroan yang diolah melalui proses rebus -dibumbui, lalu digoreng itu menghasilkan kenikmatan yang menyatu dengan sang nasi. Nasi jagungnya sendiri dimasak matang bersama beras putih, pas tidak lembek.
Karena bercampur nasi putih, dijamin pengunjung akan tetap merasa kenyang, sambil tetap merasakan gurih khas jagung yang kaya akan manfaat magnesium itu.

Sensasi gurih Nasi Jagung Babat Hajah Hamiah ini tidak main-main, entah karena pengaruh minyak dari babat goreng, yang pasti seperti ada gurih menteganya. Sementara rasa babat dan jeroan gorengan lainnya juga kaya akan cita rasa rempah khas Madura seperti kunyit, ketumbar, daun salam, dann bawang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!