Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelayanan BPJS Belum Maksimal

📅 Selasa, 18 Jul 2017, 06:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelayanan BPJS Belum Maksimal Doc: istimewa

Masih banyaknya pemegang kartu BPJS Kesehatan yang ditolak rumah sakit, menjadi bukti bahwa pelayanan belum maksimal.

JAKARTA - Manajemen Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) diminta mengutamakan peningkatan layanan ketimbang terus meningkatkan jumlah kepesertaan. Banyaknya masyarakat pemegang kartu BPJS yang ditolak di RS menunjukkan pelayanan yang diberikan butuh banyak perbaikan.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf. "Di hari ulang tahunnya yang ke-49 ini, kami minta pemerintah (BPJS Kesehatan) secara serius memprioritaskan perbaikan kualitas pelayanan," kata dia saat kegiatan Sarasehan Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan ke-49, di Jakarta, Senin (17/7).

Menurut Dede, selama ini kualitas pelayanan BPJS Kesehatan belum maksimal. Salah satu indikatornya adalah masih banyaknya masyarakat pemegang kartu BPJS Kesehatan yang mengalami penolakan saat masuk ke Rumah Sakit (RS). "DPR meminta BPJS Kesehatan agar jangan terobsesi menaikkan jumlah kepesertaan terus, tapi prioritaskan pada peningkatan palayanan dulu," katanya.

Ia menyebutkan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kualitas, yakni kurangnya tempat tidur, pelayanan, dan minimnya tenaga medis. "Untuk ini, kita perlu menambah Dana Alokasi Khusus (DAK) kesehatan untuk meningkatkan sarana prasarana, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama," jelas Dede.

Dede menyadari bahwa upaya peningkatan kualitas pelayanan masih terbentur keterbatasan dana, mengingat hingga saat ini BPJS Kesehatan masih mengalami defisit. BPJS Kesehatan mencatatkan defisit sebesar 6,8 triliun pada tahun lalu. Untuk itu, Dede juga mendorong agar dicari sumber pembiayaan lain untuk menutup kebutuhan dalam peningkatan layanan tersebut.

Misalkan memotong dari pendapatan negara, seperti cukai rokok, sekitar 20 persennya dapat digunakan untuk pembiayaan JKN. "Karena untuk saat ini tidak memungkinkan meningkatkan besaran iuran, ekonomi sedang sulit, daya beli masyarakat turun," papar dia. DPR, kata Dede, juga mendorong agar peserta yang membayar rutin dan tetap sehat diberi insentif sebagai bentuk penghargaan.

"Misal bentuk poin, atau apalah. Mereka bayar rutin, tapi tetap sehat," tambahnya. Selain itu, dibutuhkan upaya keras untuk menambah pelayanan kesehatan tingkat pertama dari pihak swasta. "Swasta harus lebih didorong untuk bisa menyediakan fasilitas kesehatan tingkat pertama," imbaunya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, mengakui bahwa pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan masih banyak kekurangan. "Memang masih banyak masalah, tapi bagaimanapun juga BPJS Kesehatan harus terus berjalan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan perannya dalam menyukseskan visi misi JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), yakni gotong royong. "Gotong royong dengan pemerintah dan stakeholder, dan pemda akan mengurangi beban BPJS Kesehatan," jelas dia.

Gotong Royong

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mendorong terwujudnya gotong royong besar dari seluruh lapisan masyarakat dalam menyukseskan Program JKN-KIS. Diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya bergotong-royong melalui partisipasi aktif mendaftarkan dirinya ke dalam Program JKN-KIS.

Selain itu menjadikan pola hidup sehat sebagai budaya dan kebutuhan sehari-hari, sehingga taraf kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan secara berkesinambungan. "Sudah saatnya kita menjadi pionir perilaku hidup yang lebih sehat bagi masyarakat luas," jelas dia. Fachmi mengatakan BPJS Kesehatan tidak mungkin berjalan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dari para pemangku kepentingan dan seluruh rakyat Indonesia guna menyukseskan Program JKN-KIS.

"Semua pihak harus bersama-sama meresapi makna dan semangat budaya hidup sehat dan gotong-royong besar, utamanya dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan Program JKN-KIS," papar Fachmi. cit/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.