Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

134 KK Terdampak Banjir Akibat Luapan Sungai Polenga dan Tondowolio di Kolaka

📅 Senin, 23 Feb 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
134 KK Terdampak Banjir Akibat Luapan Sungai Polenga dan Tondowolio di Kolaka Doc: Antara

Kolaka - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka mencatat sebanyak 134 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat luapan Sungai Polenga dan Tondowolio di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kolaka Sunarto saat dihubungi di Kolaka, Senin, mengatakan ratusan KK yang terdampak tersebut berada di dua desa, yakni Polenga Kecamatan Watubangga dan Tondowolio Kecamatan Tanggetada. 

"Desa Polenga Kecamatan Watubangga 47 kk, Desa Tondowolio Kecamatan Tanggetada 87 kk," kata Sunarto.

Ia menyebutkan banjir tersebut terjadi sekitar 01.30 Wita, Minggu (21/2) karena intensitas curah hujan tinggi mengakibatkan aliran Sungai Polenga meluap ke pemukiman warga dengan ketinggian air kurang lebih 1 hingga 2 meter yang juga bertepatan dengan pasang air laut.

"Akibat hujan deras, dua sungai ini meluap di rumah warga, dan pada saat itu juga bertepatan dengan pasang air laut," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa akibat banjir tersebut ada seratus lebih rumah warga yang terdampak di wilayah itu. 

Sementara, untuk fasilitas umum, seperti Sekolah Dasar Negeri 1 Tondowolio dan Madrasah Nur Ain di Tanggetada, Kolaka, juga terdampak akibat banjir tersebut.

Selain rumah warga dan sarana prasarana, 30 hektare sawah masyarakat di dua wilayah tersebut juga terdampak banjir, yaitu Desa Polenga sekitar 18 hektare dan desa Tondowolio sekitar 12 hektare sawah.

Ia mengungkapkan saat ini kondisi ke dua wilayah tersebut sudah kembali aman dan kondusif. Selain itu, pihaknya bersama tim gabungan, yakni mulai instansi terkait, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat juga telah melakukan pembersihan area pemukiman.

"Kami dengan Dinas Sosial, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, masyarakat setempat dan instansi terkait lainnya, bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan sisa-sisa sedimen lumpur di rumah warga," ungkapnya.

Sunarto menghimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap dampak perubahan cuaca.

Peningkatan curah hujan yang signifikan sampai puncak musim hujan pada April, dapat memicu bencana hidrometeorolgi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang dan pohon tumbang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.