Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penambahan Kuota Solar Subsidi Harus Disikapi secara bijak

📅 Senin, 04 Des 2023, 09:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penambahan Kuota Solar Subsidi Harus Disikapi secara bijak Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pengamat kebijakan energi yang juga Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria meminta pemerintah bersikap bijak dalam menyikapi permintaan penambahan kuota solar subsidi pada 2023 sebesar 1,3 juta kiloliter (kl) oleh Pertamina Patra Niaga.

"Pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat tetap harus jadi prioritas utama dan merupakan tanggung jawab penuh pemerintah," kata Sofyano di Jakarta, Sabtu (2/12).

Menurut Sofyano, permintaan penambahan kuota solar subsidi dari 16,8 juta kl menjadi 18,1 juta kl tersebut sudah berdasarkan perhitungan yang matang dan tentu sudah dibahas secara detail antar lembaga terkait seperti BPH Migas, Kementerian ESDM dan Pertamina.

"Artinya permintaan penambahan kuota solar subsidi tersebut bisa dipertanggungjawabkan oleh Pertamina Patra Niaga sebagai pihak yang ditunjuk pemerintah melaksanakan PSO BBM solar itu," katanya.

Sofyano melanjutkan penambahan kuota tersebut sejatinya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Desember 2023. Seharusnya ini bisa jadi pertimbangan pihak pemerintah khususnya Menteri Keuangan dengan memperhitungkan realisasi penggunaan subsidi BBM yang ada pada APBN.

Sepanjang penambahan kuota solar tidak membuat bertambahnya besaran subsidi BBM pada APBN 2023, maka seharusnya penambahan kuota ini bukan masalah besar buat pemerintah.

Dia menilai sesuatu yang mustahil jika mengharapkan adanya pengendalian penggunaan BBM oleh masyarakat dengan mengandalkan kuota yang disetujui pemerintah untuk 2023 sebesar 16,8 juta kl. Pasalnya, pada Desember ini ada 2 kegiatan perayaan nasional yakni Natal dan tahun baru yang pasti berpengaruh terhadap penggunaan BBM.

"Pada Desember tahun ini juga ada kegiatan kampanye Pemilu dan Pilpres 2024. Sehingga jika terjadi kekosongan BBM solar subsidi maka tentu saja ini bisa jadi isu besar yang tidak menguntungkan bagi pemerintah," terang Sofyano.

Pengendalian Konsumsi

Mengandalkan adanya pengendalian penggunaan BBM pada akhir tahun dimana bulan terjadinya kegiatan yang dirayakan secara nasional, sama halnya dengan membatasi air yang diminum orang di saat sedang haus-hausnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Lawan kamboja, Herdman Mungkin Turunkan Lima Debutan

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Lawan kamboja, Herdman Mung...
Luar Negeri
Dua Orang Tewas dalam Penem...

Gunung Ringgit Probolinggo Dilalap Api, 4,5 Hektare Lahan Hangus

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Gunung Ringgit Probolinggo ...

Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Waduhhh…Kasat Narkoba Tan...

Aldila Menjadi Unggulan Kedua di Mubadala DC Open 2026

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Menjadi Unggulan Ked...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

27 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.