Wow! Pabrik Baterai EV Akan Dibangun di Karawang, Kapasitasnya bisa untuk 300 Ribu Mobil
📅 Minggu, 29 Jun 2025, 16:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
KARAWANG - Pabrik baterai adalah bagian integral dari ekosistem kendaraan listrik, dan kehadirannya menjadi tolok ukur penting dalam pengembangan EV di suatu negara.
Pabrik baterai yang beroperasi dapat memperkuat rantai pasok kendaraan listrik secara keseluruhan, mulai dari produksi hingga penyediaan komponen.
Dengan memiliki pabrik baterai sendiri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor baterai dari negara lain, seperti yang terjadi sebelumnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) di Karawang dengan kapasitas 15 GWh bisa untuk 300 ribu mobil.
“Untuk di lokasi ini, Bapak Presiden, kami resmikan groundbreaking 15 GWh. 15 GWh ini sama dengan kalau kita konversi ke mobil, baterai mobil, itu kurang lebih sekitar 250.000 sampai 300.000 mobil,” ucap Bahlil dalam Groundbreaking (peletakan batu pertama) Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak hanya membangun baterai listrik untuk EV, Bahlil juga memproyeksikan kawasan tersebut untuk membangun Battery Energy Storage System (BESS).
BESS tersebut nantinya digunakan untuk menyimpan energi listrik dari panel surya.
Meskipun demikian, belum terdapat rincian berapa kapasitas yang dialokasikan untuk pembangunan BESS.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Insyaallah mereka bersedia untuk mengembangkan (BESS), agar semua produk ada di dalam negeri,” ucap Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meletakkan batu pertama pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), di Karawang, Jawa Barat, Minggu.
Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL merupakan pengembangan industri dari hulu ke hilir yang terdiri atas enam proyek secara terintegrasi yang dikembangkan bersama antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL, Brunp, Lygend (CBL).
Sebanyak lima proyek dikembangkan di Kawasan FHT Halmahera Timur dan satu proyek dikembangkan di Karawang.
Pabrik baterai di Karawang yang berada di atas lahan seluas 43 hektare dioperasikan oleh perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB)—hasil kolaborasi IBC dengan CBL, anak usaha raksasa baterai dunia Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).
Pabrik ini ditargetkan memiliki kapasitas awal 6,9 GWh pada fase pertama dan meningkat hingga 15 GWh pada fase kedua. Operasi komersial dijadwalkan dimulai akhir 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!