Waspada Cacing Pita, Pemkab Agam 'Sisir' 5.700 Hewan Kurban Jelang Idul Adha
📅 Minggu, 10 Mei 2026, 16:50 WIB | Oleh: AlfredLUBUK BASUNG - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah guna memastikan kelayakan konsumsi dan pemenuhan kriteria syariat. Melalui Dinas Pertanian, tim medis yang terdiri dari dokter hewan dan paramedik diterjunkan untuk menyisir pasar ternak hingga masjid-masjid di seluruh wilayah Agam pada Minggu (10/5).
Langkah preventif ini diambil untuk mengantisipasi potensi penyakit menular seperti Jembrana, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hingga ancaman parasit cacing pita yang sering kali baru terdeteksi setelah proses penyembelihan dilakukan.
"Kita menurunkan petugas untuk memeriksa hewan kurban satu minggu menjelang Idul Adha," kata Kepala Dinas Pertanian Agam Arief Restu di Lubuk Basung, Minggu.
Ia mengatakan, petugas yang diturunkan itu berasal dari dokter hewan dan paramedik.
Pemeriksaan untuk memastikan kesehatan dan memastikan layak atau tidak layaknya dipotong saat Idul Adha.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah itu dari usia, cacat atau sakit dan lainnya sesuai syarat dari hewan kurban tersebut.
"Pemeriksaan rutin kita lakukan setiap Idul Adha agar sapi dan kambing yang dipotong sesuai dengan syaratnya," katanya.
Ia menyebutkan tim pemeriksaan hewan kurban juga melakukan pemeriksaan setelah sapi dan kambing dipotong di masjid.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemeriksaan untuk memastikan sapi tidak mengidap cacing pita dan penyakit menular lainnya berupa Jembrana, penyakit mulut dan kuku, penyakit kulit berbenjol dan lainnya.
Ini dalam rangka untuk menjamin konsumsi, karena tidak menutup kemungkinan secara penampilan sebelum dipotong kondisi baik dan setelah dipotong kondisi organ tubuh ada cacing.
"Apabila ini kita temukan, maka organ tubuh itu tidak layak dikonsumsi," katanya.
Ia memprediksi pemotongan hewan kurban mencapai 5.700 ekor pada Idul Adha 1447 Hijriah.
"Ini sesuai prediksi, karena kemampuan berkurban cukup tinggi dan bencana melanda daerah itu pada akhir 2025, tidak mengurangi makna berkurban umat," katanya.
Saat ini, hewan kurban sudah berdatangan di pasar ternak di daerah itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!