Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Tumplek dalam Lebaran Betawi

📅 Senin, 13 Apr 2026, 01:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Tumplek dalam Lebaran Betawi Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Warga membeli kuliner khas betawi dodol saat Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (11/4). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Lebaran Betawi sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus ajang silaturahim masyarakat yang berlangsung pada 10-12 April 2026.

JAKARTA – Masyarakat Jakarta ramai-ramai tumplek di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Mereka bersama-sama merayakan puncak perayaan “Lebaran Betawi 2026” di Lapangan Banteng, Minggu (12/4) Ribuan warga padati acara tersebut.

“Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Lebaran Betawi merupakan wadah untuk menyatukan silaturahmi antarwarga Betawi dengan seluruh warga Jakarta. Jadi, dari seluruh rangkaian Lebaran Betawi ini, esensi utamanya adalah silaturahmi,” kata Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi H Riano P Ahmad di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu.

Dia mengatakan antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hingga siang hari untuk menyaksikan rangkaian acara budaya khas Betawi. Dalam kesempatan itu, pengunjung disuguhi beragam atraksi budaya khas Betawi. Ada Hantaran, Palang Pintu, hingga Topeng Blantek yang menampilkan cerita kerakyatan.

Kemeriahan semakin terasa saat pengunjung disuguhi pawai ondel-ondel yang dipadukan dengan tradisi sorokan. Seluruh rangkaian kegiatan itu diselenggarakan oleh Badan Musyawarah (Bamus) Betawi. Menurut Riano, acara tahunan itu merupakan momen penting dalam menjaga silaturahmi antarwarga Betawi, sekaligus upaya pelestarian budaya Betawi dengan menghadirkan berbagai kegiatan religius budaya dan hiburan rakyat.

“Tradisi menjaga dan mempererat silaturahmi merupakan kearifan lokal Betawi yang telah diwariskan turun-temurun,” ujar Riano. Nilai tersebut, juga tecermin melalui simbol penghormatan antara generasi tua dan muda. Salah satunya melalui prosesi simbolis para wali kota dan bupati yang membawa hantaran untuk Gubernur Jakarta.

Selain pertunjukan budaya, pengunjung juga disuguhi sajian kuliner khas Betawi serta hiburan layar tancap yang digelar Sabtu (11/4) malam. “Senang sekali, antusiasme masyarakat luar biasa sekali. Bahkan, Sabtu malam hujan deras, bukannya bubar, masyarakat malah makin ramai.

Rianto juga mengungkapkan banyak pengunjung datang dari luar kota untuk menyaksikan langsung Lebaran Betawi, di antaranya dari Tegal dan Yogyakarta. “Kita cek, ternyata ada juga pengunjung dari luar kota. Ada yang dari Tegal dan Yogya. Mereka hadir khusus untuk menyaksikan dan ingin mengetahui Lebaran Betawi di Jakarta,” jelas Riano.

Acara yang menjadi kalender rutin tahunan Pemerintah Provinsi dan Bamus Betawi itu pun terus didorong sebagai upaya pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. “Karena budaya utama di kota Jakarta adalah budaya Betawi, kita mendorong agar budaya Betawi ini semakin kuat lagi ke depan,” tutur Riano.

Sementara itu, puncak rangkaian perayaan Lebaran Betawi 2026 dijadwalkan ditutup Minggu malam kemarin dengan pertunjukan musik oleh band Biang Kerok. Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan perayaan Lebaran Betawi 2026 memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat sekaligus meneguhkan identitas budaya Jakarta sebagai kota global yang berakar kuat pada tradisi lokal.

“Lebaran Betawi menjadi momentum penting untuk mengingat kembali jati diri Jakarta. Budaya Betawi adalah identitas utama yang harus terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” kata Pramono dalam sambutan perayaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4). Pramono mengawali dengan ungkapan syukur atas terselenggaranya acara yang diinisiasi Majelis Kaum Betawi bersama Bamus Betawi dan didukung berbagai pihak tersebut.

Dia menilai, kolaborasi itu menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya di tengah pesatnya perkembangan kota metropolitan. Lebaran Betawi 2026 berlangsung 10-12 April dengan tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.