Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wapres Minta Pelaku Sektor Keuangan Jaga Moral dan Etika

📅 Selasa, 20 Jun 2023, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Wapres Minta Pelaku Sektor Keuangan Jaga Moral dan Etika Doc: Berbagai sumber – Litbang KJ/and

JAKARTA - Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin, meminta pelaku sektor keuangan betul-betul menjaga kepercayaan publik agar perannya yang vital dalam perekonomian nasional bisa berjalan dengan baik.

Hal itu disampaikan Wapres kepada pelaku sektor keuangan dalam acara Peresmian Pencatatan Perdana Efek Beragun Aset Syariah Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Syariah Indonesia, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/6).

Pelaku sektor keuangan termasuk otoritas pengawas dan seluruh pihak yang terlibat dituntut untuk memiliki standar pengetahuan, profesionalitas, serta moral etika yang tinggi dalam pengelolaan sektor keuangan.

Fraud atau kecurangan di sektor keuangan bukan hanya dapat meruntuhkan kepercayaan masyarakat, melainkan juga berpotensi meruntuhkan perekonomian sebuah negara dalam waktu singkat.

Sebab itu, dia meminta pelaku usaha, regulator, dan pengawas untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan standar dan prosedur yang ada. "Keamanan data, sistem, dan investasi nasabah harus betul-betul terlindungi," kata Wapres.

Ma'ruf juga mendorong pelaku sektor keuangan memperkuat prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan sektor keuangan serta menghindari instrumen produk-produk dengan risiko tinggi yang dapat menimbulkan gagal bayar, seperti pada kasus kredit perumahan di Amerika Serikat (AS) yang memicu krisis ekonomi global pada 2008.

Pengamat ekonomi Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B. Suhartoko, yang diminta pendapatnya mengatakan pelaku di sektor keuangan diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, namun juga melakukan pengelolaan risiko demi keamanan dana masyarakat.

Dari sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus mampu membuat rambu-rambu peraturan untuk mengurangi risiko dan memitigasi risiko ketika terjadi kegagalan pengelolaan.

Serangan Peretas

Praktisi keamanan data dari Jogja Startup Foundation, H. Sulistyo, mengatakan pernyataan Wapres sangat penting terutama setelah terjadi peretasan data terhadap sistem informasi dan teknologi Bank Syariah Indonesia (BSI) baru-baru ini.

"BSI belum lama ini telah gagal menahan serangan peretas sehingga mengakibatkan konsumen kesusahan karena ATM dan internet banking tidak bisa digunakan hingga berhari-hari," kata Sulistyo.

Serangan peretas terhadap lembaga keuangan memiliki konsekuensi serius, termasuk kerugian finansial, kehilangan data sensitif, dan kerusakan reputasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi Bank Syariah Indonesia dan institusi keuangan lainnya untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam meningkatkan keamanan siber mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.