Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenlu Tegaskan RI Bela Hak Negara Berkembang di Tengah Kemajuan Teknologi

📅 Selasa, 24 Sep 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenlu Tegaskan RI Bela Hak Negara Berkembang di Tengah Kemajuan Teknologi Doc: ANTARA/Media Center IAF II-HLF MSP/Nyoman Hendra W
Ket. Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Nugraha Mansury memberikan sambutan saat pembukaan sesi Tematik SSTC High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) 2024 di Nusa Dua, Bali, Selasa (3/9/2024). Diskusi tersebut mengangkat tema Redoubling Business Actors Participation In the Global Supply Chain.

Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri RI Pahala Mansury menegaskan bahwa Indonesia akan terus memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang dimotori oleh negara-negara maju pada masa kini.

Dalam bincang daring Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) terkait 10 tahun diplomasi Indonesia, Pahala mengakui perkembangan teknologi saat ini berpotensi menyebabkan munculnyadigital divide, yaitu kesenjangan antara negara pemilik teknologi dengan negara lainnya.

"Indonesia terus berupaya untuk bisa menjembatani, (memastikan) jangan sampaidigital divideini semakin besar ke depannya, dan supaya negara-negara berkembang turut berperan dalam pengembangan dan transfer teknologi," ucap WamenluPahala dalam bincang tersebut yang dipantau melalui YouTube FMB9 di Jakarta, Senin.

Menurut Pahala, rivalitas antara kekuatan besar dunia saat ini turut berimplikasi dalam pengembangan teknologi, dan persaingan tersebut telah menyebabkan suatu negara membatasi teknologi mereka supaya tidak dapat digunakan di negara lain.

Untuk itu, Indonesia dan negara-negara berkembang harus memastikan kepentingannya dalam pembangunan teknologi didengar dunia, termasuk dalam penetapan standar pelindungan pengguna dan privasi data yang amat penting untuk memastikan keamanan masyarakat dunia.

Selain itu, negara-negara berkembang juga harus memastikan supaya negara-negara berteknologi maju tidak menguasai data-data pengguna dan mendikte standar teknologi secara sepihak.

"Sebagai negara yang menganut prinsip bebas dan aktif, jangan sampai juga Indonesia justru menjadi proksi dari negara-negara besar yang bersaing dan saling terfragmentasi, termasuk dalam hal penentuan norma dan kepemilikan teknologi," kata Pahala.

Dia pun mengatakan bahwa Indonesia akan terus memastikan pengembangan dan pemanfaatan teknologi di tingkat dunia dilakukan sebesar-besarnya untuk tujuan perdamaian dan kesejahteraan bersama.

Selain itu, harus diberdayakan pula saat inisharing of dataantara negara pemilik teknologi dengan negara pengguna untuk memastikan kebermanfaatan bersama, ucap dia.

"Harus ada keberpihakan bagi negara-negara yang selama ini bukan merupakan lokasi di mana perusahaan-perusahaan (teknologi) besar dunia berada," kata Pahala menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.