Wali Kota Bandung Dorong Perubahan Paradigma dari Rumah Tangga Terkait Krisis Sampah
📅 Selasa, 13 Jan 2026, 17:30 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kota Bandung
BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan paling krusial yang saat ini dihadapi Kota Bandung.
Ia menyebut kondisi saat ini sebagai momen penentuan dalam upaya menyelamatkan kota dari krisis sampah yang kian mengkhawatirkan.
Wali Kota Farhan mengungkapkan, saat ini Kota Bandung terjadi pengurangan kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti. Namun demikian, Pemerintah Kota Bandung memilih tidak menunggu keputusan tersebut dan langsung mengambil langkah antisipatif.
Langkah utama yang ditekankan adalah edukasi pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga. Sebanyak 1.597 petugas akan direkrut dan ditempatkan di setiap RW untuk mendukung pengelolaan dan pemilahan sampah secara berkelanjutan.
“Paradigma lama harus kita ubah. Sampah tidak cukup hanya diangkut, tetapi harus habis dan diolah hari itu juga,” ujar Wali Kota Farhan di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (12/1).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, selama ini pengelolaan sampah terlalu berfokus pada pengangkutan, sehingga masyarakat cenderung merasa cukup dengan membayar retribusi. Pola pikir tersebut, menurutnya, sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Pemilahan sampah adalah langkah paling sederhana, namun paling menentukan.
Ia memberikan contoh sederhana bagaimana satu jenis makanan dapat menghasilkan beberapa jenis sampah yang seharusnya dipisahkan sejak awal.
Ia mengakui bahwa perubahan ini tidak mudah dan tidak akan memberikan hasil instan, namun ia yakin perubahan paradigma merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Ini pekerjaan peradaban,” ujar dia.
Melalui kolaborasi lintas wilayah, lintas OPD, dan partisipasi aktif masyarakat, Wali Kota Farhan optimistis Kota Bandung mampu keluar dari krisis sampah dan membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!