Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waketum Kadin Indonesia: MBG Jadi Peluang Besar bagi Pengusaha Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Bahan Baku SPPG

📅 Jumat, 12 Des 2025, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waketum Kadin Indonesia: MBG Jadi Peluang Besar bagi Pengusaha Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Bahan Baku SPPG Doc: Antara Foto
Ket. Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pergerakan ekonomi di tingkat desa dan membuka peluang pasar baru yang masif, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor peternakan dan pertanian.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Peternakan, Cecep Muhammad Wahyudin, dalam sebuah wawancara menegaskan bahwa dampak program ini luar biasa terhadap masyarakat, terutama bagi dunia usaha di tingkat lokal.

"Dari sebaran SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di seluruh Indonesia yang hingga ke tingkat pedesaan, MBG itu menggerakkan ekonomi desa dengan luar biasa," ujar Cecep.

Menurut Cecep, program MBG menciptakan captive market atau pasar eksklusif yang pasti bagi produsen lokal. Berdasarkan simulasi perhitungan, Cecep menyebutkan bahwa satu SPPG yang melayani rata-rata 4.000 orang per hari, dengan estimasi belanja per porsi Rp9.000, memiliki perputaran uang belanja harian baku sekitar Rp36 juta per hari.

"Ini captive market untuk masyarakat. Tentunya kita tidak bisa memenuhi semua ini dari kota. Tentu kita beli melalui pemasok di sekitar SPPG," jelasnya.

Sektor yang paling merasakan dampak positifnya adalah pertanian, dengan pertumbuhan yang cukup signifikan. Sementara untuk peternakan, Kadin Indonesia tengah mengambil langkah strategis.

"Hari ini yang paling dibutuhkan adalah telur dan ayam, diharapkan peternak rakyat atau peternak mandiri kembali bangkit," kata Cecep.

Kadin Indonesia bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, tengah bekerja sama mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih untuk masuk ke industri peternakan, khususnya ayam petelur dan pedaging.

“Ini mungkin kesempatan yang bisa diambil tidak hanya oleh Kopdes Merah Putih tapi juga oleh UMKM, atau mungkin generasi muda yang tertarik di industri ini,” tambah Cecep.

Selain itu, dampak sosial program ini juga sangat terasa. Cecep menyoroti peluang kerja yang tercipta bagi masyarakat kecil. Untuk menjadi relawan di SPPG, bisa diterima bekerja tanpa harus dibebani latar belakang pendidikan. Biasanya relawan ini direkrut dari warga sekitar SPPG beroperasi mulai dari ibu-ibu hingga anak muda.

Kisah sukses datang dari Tino Rirantino, Mitra SPPG yang berlokasi di Desa Cibuntu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak menjadi mitra, SPPG di wilayahnya telah berhasil menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat dan pemuda setempat.

"Kita memang diwajibkan (Badan Gizi Nasional -red) merekrut relawan dari lingkungan setempat," ungkap Tino.

Tino juga menambahkan bahwa relawan dapur SPPG Cibuntu yang dikelolanya adalah mayoritas dari anak-anak muda. Dengan hadirnya SPPG di wilayah ini, kini mereka memiliki pendapatan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya saat bekerja sebagai buruh bangunan di kota atau di perkebunan di Desa Cibuntu, Taraju, yang dirasa kurang menarik secara finansial.

Menggandeng Petani Lokal: 85% Pasokan dari Sekitar SPPG

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.