Tingkatkan Hasil Tangkapan Ikan Nelayan, UNJ Perkenalkan Teknologi Sonar Sederhana
📅 Kamis, 19 Jun 2025, 17:47 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Tim Pengabdian Masyarakat UNJ
JAKARTA - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengenalkan teknologi sonar sederhana kepada nelayan di Indramayu, Jawa Barat yang dapat menginformasikan lokasi ikan di lautan sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan.
"Kami hadir melatih nelayan kecil di Indramayu menggunakan teknologi sonar sederhana sebagai solusi nyata menghadapi tantangan di tengah laut dan meningkatkan hasil tangkapan nelayan," kata Ketua Tim Pengabdi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJ Yeti Lastuti di Jakarta, Kamis (19/6).
Menurut dia Indramayu dikenal sebagai salah satu sentra perikanan utama di Jawa Barat, dengan lebih dari 32.000 nelayan aktif.
Namun sebagian besar nelayan masih mengandalkan cara tradisional dalam melaut, tanpa dukungan alat navigasi modern atau peta keberadaan ikan.
Menurut dia ketiadaan ponsel pintar, keterbatasan literasi digital hingga biaya operasional yang tinggi menjadi penghalang utama mereka untuk maju.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan pihaknya memilih pendekatan teknologi yang membumi dan adaptif dengan memperkenalkan alat sonar mandiri atau non-smartphone yang dapat langsung digunakan oleh nelayan tradisional tanpa memerlukan sambungan internet maupun gawai digital.
Menurut dia alat ini berbeda dengan sonar modern yang terintegrasi aplikasi yang ada di ponsel pintar.
Ia menambahkan alat yang digunakan dalam program ini dirancang untuk mudah dioperasikan secara langsung di kapal, bahkan oleh nelayan yang belum terbiasa menggunakan perangkat digital.
Ia menilai ini disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan karena sebagian besar nelayan kecil di Indramayu belum memiliki ponsel pintar baik karena keterbatasan ekonomi maupun karena belum terampil dalam menggunakan teknologi tersebut.
Menurut dia teknologi yang tepat guna adalah teknologi yang bisa langsung dimanfaatkan oleh pengguna sesuai realitas mereka.
“Kami tidak ingin membawa teknologi yang akhirnya tidak terpakai karena terlalu kompleks," kata dia.
Selain itu tim UNJ menyerahkan dua unit alat sonar kepada dua orang perwakilan nelayan dari desa binaan.
Para nelayan juga mendapat pelatihan langsung mengenai penggunaan sonar, pembacaan hasil, serta edukasi keselamatan laut berbasis pemahaman cuaca dan arus laut.
Ia mengatakan bagi UNJ, kegiatan ini bukan akhir, tetapi awal dari pendampingan berkelanjutan di wilayah pesisir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!