Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Uni Eropa Gagal Kurangi Tarif Baja dari 50% dalam Kesepakatan Dagang dengan AS

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 00:30 WIB | Oleh:
Uni Eropa Gagal Kurangi Tarif Baja dari 50% dalam Kesepakatan Dagang dengan AS Doc: Istimewa
Ket. Pabrik baja Dirostahl di Remscheid, Jerman. Eksportir baja UE menghadapi pungutan Trump dua kali lipat tarif di Inggris.

BRUSSELS - Paket usulan terbaru untuk perjanjian perdagangan antara Uni Eropa  dan Amerika Serikat tidak mencakup penghapusan atau pengurangan tarif sebesar 50 persen yang dikenakan Presiden Donald Trump pada impor baja.

Ini merupakan kemunduran besar bagi industri di Uni Eropa yang bulan lalu memperingatkan bahwa mereka akan tersingkirkan oleh tarif 50 persen, biaya energi tinggi, dan persaingan murah dari Tiongkok.

Dari The Guardian, seorang diplomat Brussels mengonfirmasi bahwa garis besar kesepakatan baru untuk mencegah perang dagang dengan AS, yang disampaikan kepada negara-negara anggota pada hari Rabu “mencakup tarif dasar sebesar 15 persen untuk berbagai barang, dengan pengecualian penting seperti baja, yang tetap sebesar 50 persen”.

Sumber lain mengatakan UE mendorong kompromi, dengan mengizinkan tarif 50 persen tetapi hanya pada baja yang diekspor di atas kuota tertentu.

Para diplomat menekankan bahwa pengecualian dan pengurangan tarif di kedua arah masih harus disepakati sepenuhnya. Namun, jika tarif baja dalam proposal garis besar tetap berlaku, artinya Uni Eropa akan membayar tarif yang jauh lebih tinggi daripada Inggris.

Baja Inggris dikenakan tarif 25 persen dan belum ada indikasi kenaikan tarif lebih lanjut. Tarif tersebut akan diturunkan menjadi nol berdasarkan kesepakatan yang dicapai Keir Starmer pada bulan Mei . Namun, meskipun sebagian besar perjanjian mulai berlaku pada akhir bulan lalu , pengecualian baja tersebut masih terhambat oleh perundingan mengenai asal usul beberapa material .

Tarif dasar UE sebesar 15 persen untuk ekspor semua produk ke AS juga lebih buruk daripada 10 persen yang disepakati oleh Inggris.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan dalam sebuah pertemuan puncak di Beijing pada hari Kamis bahwa para pemimpin Tiongkok dan Eropa harus “membuat pilihan strategis yang tepat” dalam perang dagang.

"Tantangan yang dihadapi Eropa saat ini tidak berasal dari Tiongkok," ujar Xi. "Tidak ada konflik kepentingan fundamental atau kontradiksi geopolitik antara Tiongkok dan Uni Eropa."

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyampaikan pada acara yang sama bahwa Uni Eropa akan merasa “sangat sulit untuk mempertahankan tingkat keterbukaannya saat ini” dengan Tiongkok jika Beijing mempertahankan surplus perdagangan yang besar, yang ia salahkan pada “distorsi perdagangan” termasuk subsidi negara.

Ia mengatakan Uni Eropa menyumbang 14,5 persen dari ekspor Tiongkok, termasuk baja, namun hanya mengambil 8 persen dari ekspor Uni Eropa. "Angka-angka ini menunjukkan skala hubungan kita, tetapi juga menunjukkan ketidakseimbangan yang semakin besar. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya jumlah distorsi perdagangan dan hambatan akses pasar," ujarnya.

Meskipun tidak ada kesepakatan formal, kemajuan tampaknya telah dicapai oleh UE dan Tiongkok untuk membuka blokir pasokan tanah jarang yang telah menghambat industri produksi mobil.

Kelompok industri mobil Jerman, VDA, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "penghentian produksi tidak dapat lagi dikesampingkan" karena kekurangan mineral termasuk magnet yang dibutuhkan untuk membuka dan menutup jendela mobil, bagasi, dan kap mobil secara elektronik.

“Pembatasan ekspor tanah jarang oleh Tiongkok merupakan tantangan serius bagi keamanan pasokan,” kata Hildegard Müller, presiden VDA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.