Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UMKM Malut Diajak Naik Level, Gubernur Sherly Tancap Gas

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
UMKM Malut Diajak Naik Level, Gubernur Sherly Tancap Gas Doc: ANTARA/Abdul Fatah
Ket. Gubernur Malut, Sherly Tjoanda saat membuka kegiatan Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan” yang diselenggarakan di Dhuafa Center Ternate, Kamis (22/1/2026).

TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, terus mendorong percepatan UMKM agar bisa naik kelas lewat penguatan literasi keuangan hingga perluasan akses permodalan.

Upaya ini dinilai penting karena banyak pelaku usaha lokal masih terkendala dalam pengelolaan keuangan dan keterbatasan modal untuk berkembang.

Dengan kombinasi edukasi dan dukungan pembiayaan, pemerintah daerah berharap UMKM Malut tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh lebih sehat dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

"Kunci naik kelas adalah memahami literasi keuangan. Jangan sampai modal usaha terpakai untuk biaya gaya hidup," kata Sherly Tjoanda secara resmi membuka agenda strategis bertajuk Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan” yang diselenggarakan di Dhuafa Center, Malut, Kamis (22/1).

Sehingga, ia mengapresiasi integritas para ibu di Maluku Utara yang memiliki catatan kredit yang sangat baik tanpa adanya pembiayaan macet.

Acara yang melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) itu dihadiri oleh sekitar 600 peserta serta 20 pelaku UMKM lokal. Agenda utama kegiatan ini adalah peluncuran perluasan program pembiayaan PNM Mekaar yang ditujukan khusus bagi kaum perempuan di wilayah Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyoroti capaian ekonomi Maluku Utara yang sangat impresif, di mana pada Kuartal III tahun 2025 tercatat tumbuh sebesar 39%, angka tertinggi di Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan angka tersebut harus diikuti dengan pemerataan ekonomi yang nyata.

Sementara itu, Direktur Bisnis PNM Kindaris menjelaskan bahwa PNM berkomitmen memperluas jangkauan layanan di Maluku Utara dan tahun 2026, PNM berencana menambah kantor cabang dari 1 menjadi 5 cabang, yang mencakup wilayah Tidore, Sofifi, Weda, dan Morotai. Targetnya adalah merangkul 10.000 nasabah baru dengan total penyaluran dana mencapai Rp50 miliar.

"Sejak 1999, PNM fokus pada akses keuangan ultra mikro. Saat ini secara nasional kami telah melayani 12,2 juta nasabah aktif," katanya.

Apresiasi mendalam datang dari pelaku usaha lokal, salah satunya Mulyati Mahmud (50), pemilik usaha nasi kuning asal Kelurahan Moya yang telah merintis usahanya selama 15 tahun. Ia berharap program PNM Mekaar dapat terus berlanjut untuk menyokong modal kerja masyarakat kecil.

Seperti diketahui, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur Malut dan Direktur Bisnis PNM terkait pengembangan usaha ultra mikro dan mikro. Serta peresmian pembukaan Unit Mekar oleh Gubernur Sherly.

Penayangan video dokumentasi penyaluran PNM Mekaar adalah sebagai bukti nyata kontribusi PNM di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.