Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UGM usulkan Dataran Tinggi Dieng jadi Taman Bumi Nasional

📅 Senin, 09 Sep 2024, 16:12 WIB | Oleh:
UGM usulkan Dataran Tinggi Dieng jadi Taman Bumi Nasional Doc: ANTARA \/Anis Efizudin
Ket. Kondisi instalasi sumur pengeboran panas bumi PT Geo Dipa Energi setalah terjadinya ledakan pipa di dataran tinggi Dieng Desa Karang Tengah, Batur, Banjarnegara, Jateng, Selasa (14/6). Ledakan pipa gas panas bumi yang terjadi pada Senin (13/6), mengakibatkan seorang teknisi meninggal dunia sedangkan lima lainnya mengalami luka parah dan masih dirawat di rumah sakit.

Yogyakarta -- Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT Geo Dipa Energi (GDE), dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengusulkan Kawasan Dataran Tinggi Dieng di Jateng menjadi Geopark atau Taman Bumi Nasional.

"Saya kira pentingnya ilmu geologi untuk mentransformasikan legenda-legenda tentang panas bumi di Dieng menjadi penjelasan ilmiah," ujar Dosen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM Pri Utami dalam keterangannya, di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, usulan tersebut telah didahului kegiatan diskusi kelompok terpumpun (FGD) antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, pelaku industri panas bumi, akademisi, dan tokoh masyarakat Dieng, Jawa Tengah pada 3 September 2024.

Pri mengatakan di Dieng pengunjung dapat mempelajari proses bumi yang sedang berlangsung dengan sangat nyata, yaitu proses hidrotermal.

Selain menghasilkan pemandangan yang unik, proses hidrotermal juga membentuk sumber energi terbarukan.

Menurut dia, sebelum ilmu dan teknologi panas bumi berkembang, nenek moyang di Dieng telah mengemas nilai-nilai pelestarian lingkungan di wilayah itu.

Mahasiswa Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM telah melakukan kunjungan lapangan ke Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng pada Sabtu (7/9), untuk mempelajari kondisi geologi satu-satunya lapangan panas bumi yang telah beroperasi di Jateng.

"Mahasiswa juga melihat peluang efisiensi pemanfaatan energi panas bumi, dan perlunya pembenahan tata guna lahan di area panas bumi yang juga telah menjadi tujuan wisata dan perkebunan tanaman pangan," kata pakar panas bumi UGM ini.

General Manager PT GDE Unit Dieng Herdian Ardi Febrianto menyampaikan bahwa keberadaan energi panas bumi di Dieng yang telah dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik merupakan suatu keunggulan tersendiri dalam elemen pengusulan Geopark atau Taman Bumi Nasional.

Sebab, menurut dia, kawasan itu bisa menjadi sarana pembelajaran sehingga membuka wawasan akan pelestarian lingkungan melalui penggunaan energi bersih dan terbarukan.

Menurut dia, kolaborasi antarbidang keilmuan diperlukan dalam menjalankan sebuah industri panas bumi.

Meski muncul teknologi kecerdasan buatan, menurut dia, generasi muda tetap harus mampu menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk panas bumi sehingga selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Kami mengajak mahasiswa Teknik Geologi UGM untuk turut meneliti area-area panas bumi di Dieng yang belum semuanya dikembangkan," kata dia lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.