Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Kembali Dorong Rencana untuk Mencaplok Greenland

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Trump Kembali Dorong Rencana untuk Mencaplok Greenland Doc: AFP/Jim WATSON
Ket. Presiden AS Donald Trump didampingi oleh Senator AS Lindsey Graham berbicara dengan wartawan di atas pesawat Air Force One dalam perjalanan ke Washington, DC, Minggu (4/1).

COPENHAGENPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Minggu (4/1), kembali menegaskan klaimnya bahwa Greenland harus menjadi bagian dari AS, meskipun Perdana Menteri Denmark menyerukan agar wilayah tersebut berhenti "diancam".

Intervensi militer Washington di Venezuela kembali memicu kekhawatiran terkait Greenland, wilayah yang berulang kali disebut Trump ingin dianeksasi karena lokasinya yang strategis di kawasan Arktik.

Seperti dikutip AFP, saat berada di pesawat Air Force One dalam perjalanan menuju Washington, Trump kembali menegaskan tujuannya tersebut.

“Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” kata Trump menanggapi pertanyaan wartawan.

“Kita akan memikirkan Greenland sekitar dua bulan lagi… mari kita bicarakan Greenland dalam 20 hari,” tambahnya.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen pun menyampaikan peringatan keras. “Cukup sudah,” ujarnya.

“Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi pencaplokan,” tulis Nielsen di Facebook.

“Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Namun hal itu harus dilakukan melalui jalur yang semestinya dan dengan menghormati hukum internasional.”

Menyatakan “solidaritasnya” kepada Denmark pada Senin (5/1), juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Pascal Confavreux mengatakan kepada stasiun televisi TF1 bahwa “perbatasan tidak dapat diubah dengan kekerasan.”

Mengejutkan Eropa

Presiden Trump membuat para pemimpin Eropa resah setelah menyerang Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang kini ditahan di New York.

Trump menyatakan AS akan “mengelola” Venezuela untuk waktu yang tidak ditentukan dan memanfaatkan cadangan minyaknya yang sangat besar.

Ketika ditanya dalam wawancara telepon dengan The Atlantic mengenai implikasi operasi militer Venezuela terhadap Greenland yang kaya mineral, Trump mengatakan hal itu terserah pihak lain untuk menilainya.

“Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

46 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.