Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Kembali Berlakukan Travel Ban, Targetkan 12 Negara

📅 Kamis, 05 Jun 2025, 10:47 WIB | Oleh:
Trump Kembali Berlakukan Travel Ban, Targetkan 12 Negara Doc: AFP
Ket. Presiden AS Donald Trump berpartisipasi dalam Pesta Musim Panas di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, DC, pada 4 Juni 2025.

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump menandatangani larangan perjalanan (travel ban) baru pada hari Rabu (4/6) yang menargetkan 12 negara termasuk Afghanistan, Iran, dan Yaman, menghidupkan kembali salah satu tindakan paling kontroversial saat masa jabatan pertamanya.

Trump mengatakan tindakan itu dipicu oleh serangan penyembur api darurat terhadap protes Yahudi di Colorado yang menurut otoritas AS dilakukan oleh seorang pria yang mereka katakan berada di negara itu secara ilegal.

Langkah tersebut melarang semua perjalanan ke Amerika Serikat oleh warga negara Afghanistan, Myanmar, Chad, Republik Kongo, Guinea Ekuatorial, Eritrea, Haiti, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.

Trump juga memberlakukan larangan sebagian bagi pelancong dari tujuh negara: Burundi, Kuba, Laos, Sierra Leone, Togo, Turkmenistan, dan Venezuela. Beberapa visa kerja sementara dari negara-negara ini akan diizinkan.

Larangan tersebut mulai berlaku pada hari Senin (9/6), kata Gedung Putih.

"Serangan teror baru-baru ini di Boulder, Colorado telah menggarisbawahi bahaya ekstrem yang dihadapi negara kita akibat masuknya warga negara asing yang tidak diperiksa dengan benar," kata Trump dalam pesan video dari Ruang Oval yang diunggah di X.

"Kami tidak menginginkan mereka."

Tak Berlaku bagi Atlet Piala Dunia

Namun larangan tersebut tidak akan berlaku bagi atlet yang berkompetisi di Piala Dunia 2026, yang diselenggarakan Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko, serta Olimpiade Los Angeles 2028, kata perintah Trump.

Trump secara terpisah pada hari Rabu mengumumkan larangan visa bagi mahasiswa asing yang akan mulai berkuliah di Universitas Harvard, meningkatkan tindakan kerasnya terhadap apa yang dianggapnya sebagai benteng liberalisme.

Trump membandingkan langkah-langkah baru tersebut dengan larangan "kuat" yang diberlakukannya terhadap sejumlah negara berpenduduk mayoritas Muslim pada masa jabatan pertamanya, yang menyebabkan gangguan perjalanan di seluruh dunia.

Trump mengatakan larangan tahun 2017 telah menghentikan Amerika Serikat dari penderitaan serangan teror yang terjadi di Eropa. 

"Kami tidak akan membiarkan apa yang terjadi di Eropa terjadi di Amerika," kata Trump.

"Kita tidak dapat melakukan migrasi terbuka dari negara mana pun yang tidak dapat kita periksa dan saring secara aman dan andal."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.