Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Ancam Kenakan Tarif Baru ke Jepang Gara-gara Beras

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Ancam Kenakan Tarif Baru ke Jepang Gara-gara Beras Doc: Kyodo
Ket. Foto arsip: Presiden AS Donald Trump (kanan) dan PM Jepang Shigeru Ishiba bertemu di Gedung Putih di Washington pada Februari 2025.

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump, Senin (30/6), mengancam akan mengirim surat ke Tokyo berisi tarif baru, beberapa hari sebelum batas waktu tarif tinggi akan dimulai kembali untuk puluhan mitra dagang termasuk Jepang.

Komentar Trump di media sosial, mengenai yang disebutnya keengganan Jepang untuk menerima ekspor beras AS, muncul setelah penasihat ekonomi utamanya secara terpisah mengisyaratkan rencana menyelesaikan kesepakatan dengan negara-negara lain dalam beberapa hari mendatang.

"Saya sangat menghormati Jepang, mereka tidak akan mengambil BERAS kita, namun mereka mengalami kekurangan beras besar-besaran," tulis Trump di platform Truth Social miliknya. 

"Dengan kata lain, kami hanya akan mengirimi mereka sepucuk surat, dan kami senang memiliki mereka sebagai Mitra Dagang selama bertahun-tahun mendatang," tambahnya.

Awal bulan ini, Trump mengatakan dia akan memberi tahu negara lain tentang tarif sepihak AS dengan mengirimkan surat untuk memberi tahu mereka "apa kesepakatannya."

Asosiasi perdagangan untuk industri beras AS mengatakan di situs webnya bahwa Jepang adalah pasar ekspor beras giling terbesar kedua bagi Amerika Serikat berdasarkan volume.

Sementara Trump mengenakan tarif tinggi sebesar 10 persen pada impor dari sebagian besar mitra dagang AS pada bulan April, ia mengumumkan, lalu menghentikan sementara, tarif yang lebih tinggi pada puluhan negara guna memberi ruang bagi negosiasi.

Penghentian sementara ini berakhir pada tanggal 9 Juli, yang berarti kenaikan tarif akan mulai berlaku minggu depan jika negara-negara gagal mencapai kesepakatan dengan Washington untuk menghindarinya.

Hingga saat ini, hanya dua pakta yang telah diumumkan. Satu adalah kerangka kerja yang luas dengan Inggris dan yang lainnya, kesepakatan untuk sementara menurunkan bea masuk yang tinggi dengan Tiongkok.

Sebelumnya pada hari Senin, direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett mengatakan kepada CNBC bahwa Washington memiliki jumlah pakta "dua digit", termasuk kerangka kerja, yang mendekati kesepakatan.

Ia mengatakan bahwa segera setelah paket utama keringanan pajak dan pemotongan belanja disahkan, ia mengharapkan adanya "sesi maraton" untuk membahas tarif dengan Trump dan memutuskan tarif untuk negara-negara.

Para legislator berharap agar rancangan undang-undang besar itu sampai di meja Trump paling lambat tanggal 4 Juli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.