Trump Akan Terapkan Tarif hingga 250 Persen untuk Produk Farmasi
📅 Kamis, 07 Agu 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP
WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (5/8), mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif impor agresif hingga 250 persen terhadap produk farmasi. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi "America First" yang bertujuan untuk mengembalikan produksi obat-obatan ke dalam negeri dan mengurangi ketergantungan AS pada rantai pasok global.
Selama beberapa bulan terakhir, Trump telah menyatakan bahwa industri AS di dua sektor tersebut akan dilindungi melalui tarif sektoral yang tinggi, selain tarif yang telah diberlakukan sebelumnya dengan alasan keamanan nasional untuk sektor otomotif, baja, aluminium, dan tembaga.
“Dalam satu tahun, paling lambat satu setengah tahun, tarifnya akan naik menjadi 150 persen, lalu menjadi 250 persen, karena kami ingin produk farmasi diproduksi di negara kami sendiri,” kata Trump mengenai rencananya mengenakan tarif pada produk farmasi.
Namun, ia tidak menyebutkan secara spesifik besaran tarif awal yang akan diterapkan.
Sekitar sebulan lalu, Trump mengatakan dalam rapat kabinet bahwa produk farmasi akan dikenakan tarif "sangat tinggi, sekitar 200 persen."
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika tarif tersebut benar-benar mencapai 250 persen, maka itu akan menjadi tarif tertinggi di antara semua tarif baru yang diberlakukan selama masa jabatan keduanya.
Sejak musim semi tahun ini, Departemen Perdagangan AS tengah menyelidiki apakah pemerintah perlu memberlakukan tarif terhadap produk farmasi dan semikonduktor dengan alasan keamanan nasional.
Pernyataan Trump muncul menjelang penerapan tarif “resiprokal” yang ditetapkan berdasarkan negara asal, dengan kisaran 10 persen hingga 41 persen. Tarif ini akan mulai berlaku pada Kamis, dengan besaran yang ditentukan oleh Gedung Putih atau disepakati melalui perjanjian dagang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hubungan Dagang
Dalam wawancara telepon dengan CNBC yang berlangsung sekitar 40 menit, Trump juga menyinggung hubungan dagang dengan Tiongkok dan menyatakan bahwa kesepakatan perdagangan antara kedua negara kemungkinan akan segera tercapai.
“Mungkin, saya akan bertemu (delegasi Tiongkok) sebelum akhir tahun, jika kami berhasil mencapai kesepakatan. Jika tidak ada kesepakatan, saya tidak akan mengadakan pertemuan,” ujarnya mengenai kemungkinan pertemuan langsung dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
“Apa gunanya bertemu jika tidak ada kesepakatan? Tapi kami sudah sangat dekat dengan kesepakatan. Hubungan kami dengan Tiongkok saat ini cukup baik,” tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!