TNI AD Distribusikan Makanan bagi Penyintas Banjir di Salareh Aia Agam
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 14:20 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyiapkan dan mendistribusikan makanan bagi 168 penyintas banjir di lokasi pengungsian SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala Tim Dapur Lapangan Palembayan, Perbekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Lettu CBA Apri Azis di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan dapur umum Bekangdam setempat menyediakan makanan tiga kali setiap harinya.
"Untuk pagi dan malam kita menyediakan sebanyak 168 porsi. Khusus makan siang 250 porsi, karena juga memenuhi kebutuhan anggota TNI yang sedang bekerja dalam membangun hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan," katanya.
Ia mengatakan menu makanan yang disediakan menyesuaikan dan bervariasi mulai telur, ikan teri, kentang, ayam dan lainnya.
Bahan makanan itu didukung oleh Dinas Sosial Agam dan pemerintah nagari. "Tidak ada kendala, baik dari bahan maupun kebutuhan lainnya selama dapur umum dibuka," katanya
Sebaiknya Anda baca juga:
Dapur umum tersebut dibuka sejak 1 Desember 2025, setelah tiga hari banjir bandang melanda daerah itu pada 27 November 2025.
Sebelumnya, Bekangdam XX/Tuanku Imam Bonjol membuka dua dapur umum di Kecamatan Palembayan, yakni di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia dan SDN 07 Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur.
Setiap harinya sebanyak 3.000 porsi makanan yang disediakan atau 500 porsi setiap dapur umum mendistribusikan satu kali masak untuk memenuhi penyintas di dua nagari itu.
"Berselang waktu, jumlah penyintas mulai berkurang, karena mereka sudah mandiri, sehingga makanan yang disediakan juga dikurangi," katanya.
Ia mengakui Bekangdam XX/Tuanku Imam Bonjol masih membuka 13 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan penyintas di lokasi bencana alam Sumbar.
Khusus di Agam, dapur umum dibuka di Palembayan, Maninjau, Sungai Tanang dan Canduang.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Agam Villa Erdi menambahkan saat ini ada tujuh dapur umum yang masih aktif di Agam.
"Sebelumnya 16 dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan penyintas dan sekarang tinggal tujuh dapur umum," katanya.
Ia menambahkan dapur umum di bawah pengelola Dinas Sosial tidak ada, karena saat transisi dapur umum dikelola masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!