Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TNGGP Mencatat Anak Elang Jawa Bertambah Jadi Tiga Ekor

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 15:50 WIB | Oleh:
TNGGP Mencatat Anak Elang Jawa Bertambah Jadi Tiga Ekor Doc: ANTARA/koleksi TNGGP/Ahmad Fikri
Ket. Koleksi Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGG) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bertambah menjadi 3 ekor pada 3 September 2023.

CIANJUR -- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat jumlah anak Elang Jawa di kawasan Gunung Gede Pangrango bertambah menjadi tiga ekor dan kemungkinan akan terus bertambah.

Kepala Balai Besar TNGGP Cianjur, Sapto Aji, saat dihubungi di Cianjur, Rabu, mengatakan telur dari Elang Jawa di sarang yang berlokasi di kawasan Cimande Bidang PTN wilayah III itu pertama kali terpantau pada 27 Agustus dan menetas sekitar 3 September 2023.

"Tim monitoring mendapati telur tersebut dalam proses pengeraman dan diketahui telah menetas, sehingga jumlah Elang Jawa muda di kawasan Gunung Gede Pangrango yang semula dua ekor bertambah menjadi tiga ekor," katanya.

Sebelumnya dua ekor anak Elang Jawa yang menetas di kawasan Gunung Gede Pangrango pada 3 Juni 2023 di Resort PTN Cibodas dan tanggal 13 Juni 2023 di Resort PTN Tapos, sedangkan yang terbaru menetas tanggal 3 September 2023 di Resort PTN Cimande.

Pihaknya memperkirakan jumlah anak Burung Garuda itu akan terus bertambah karena beberapa waktu lalu tim monitoring menemukan ada 10 sarang lainnya yang terdapat telur, sehingga pemantauan akan terus dilakukan sambil menunggu proses pengeraman.

"Kami terus berupaya melakukan pelestarian Elang Jawa melalui inventarisasi sarang dan monitoring secara rutin setiap tahunnya dengan harapan satwa langka endemik TNGGP terus bertambah jumlahnya," kata Sapto.

Elang Jawa, tutur dia, merupakan satwa predator berperan penting dalam keseimbangan ekosistem, sehingga data dan informasi keberadaan-nya di TNGGP penting didapatkan untuk mendukung upaya pelestarian.

"Selama ini berkurangnya Elang Jawa di kawasan taman nasional selain banyak diburu untuk dipelihara, juga karena rusaknya habitat di kawasan endemiknya. Berbagai upaya kami lakukan agar keberadaannya terus lestari dan bertambah," kata SaptoAji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.