Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penerimaan Pajak Kaltim dan Kaltara Mencapai Rp5,8 Triliun

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 23:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penerimaan Pajak Kaltim dan Kaltara Mencapai Rp5,8 Triliun Doc: ANTARA
Ket. Suasana di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ilir, Kaltim.

SAMARINDA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimtara) mencatat realisasi penerimaan pajak hingga akhir April 2025 di daerah tersebut mencapai Rp5,8 triliun.

"Meskipun demikian, angka ini menunjukkan kontraksi sebesar 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara, Teddy Heriyanto, di Samarinda, Kamis (22/5).

Ia menyebutkan capaian penerimaan pajak ini ditopang oleh beberapa jenis pajak. Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas menjadi kontributor dominan dengan nilai Rp4,11 triliun, bahkan mengalami pertumbuhan positif sebesar 7,12 persen dibandingkan April 2024.

"Sementara itu, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tercatat sebesar Rp1,2 triliun, mengalami kontraksi sebesar 70,06 persen," sebut Teddy.

Di sisi lain, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menyumbang Rp0,17 triliun dengan kontraksi 54,52 persen,sedangkan pajak lainnya menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3,34 persen dengan capaian Rp0,49 triliun.

Realisasi kinerja penerimaan pajak ini merupakan salah satu hasil pembahasan dalam Rapat Asset Liability Committee (ALCo) Regional Kalimantan Timur dan Utara tingkat Pimpinan yang digelar secara daring.

Rapat koordinasi gabungan ini rutin diadakan oleh seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di wilayah Kalimantan Timur dan Utara untuk membahas perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Teddy menambahkan bahwa seluruh unit vertikal di bawah Kementerian Keuangan bersinergi dalam koordinasi Kemenkeu Satu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pemangku kepentingan dan menjaga perekonomian Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.