Tiongkok Tunda Pembicaraan dengan AS
📅 Jumat, 19 Jul 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
BEIJING - Tiongkok pada Rabu (17/7) mengatakan bahwa pihaknya telah menunda perundingan mengenai non-proliferasi nuklir dan pengendalian senjata dengan Amerika Serikat (AS) sebagai tanggapan atas penjualan senjata Washington DC ke Taiwan. Pernyataan Beijing itu dianggap sebagai sebuah tindakan yang disayangkan oleh Kementerian Luar Negeri AS.
AS dan Tiongkok pada bulan November lalu mengadakan pembicaraan yang jarang terjadi mengenai pengendalian senjata nuklir, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi ketidakpercayaan menjelang pertemuan puncak antara Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping.
Dialog lebih lanjut belum diumumkan secara publik sejak itu, dan seorang pejabat Gedung Putih pada bulan Januari mendesak Beijing untuk menanggapi beberapa gagasan AS yang lebih substantif mengenai pengurangan risiko.
Namun Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Rabu mengatakan penjualan senjata AS baru-baru ini ke Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, secara serius merusak suasana politik untuk melanjutkan konsultasi pengendalian senjata antara kedua belah pihak.
"AS telah melanjutkan penjualan senjatanya ke Taiwan, dan mengambil serangkaian tindakan negatif yang secara serius merusak kepentingan inti Tiongkok dan melemahkan rasa saling percaya politik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena alasan ini, Tiongkok telah memutuskan untuk menunda perundingan dengan AS mengenai putaran baru konsultasi pengendalian senjata dan non-proliferasi," imbuh dia.
Saling Kritik
AS mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing pada tahun 1979, namun Taiwan tetap menjadi mitra terpenting dan pemasok senjata terbesar bagi Taiwan, sehingga memicu kecaman berulang kali dari Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Washington DC pada bulan Juni menyetujui dua penjualan alutsista militer ke Taiwan senilai total sekitar 300 juta dollar AS, sebagian besar berupa suku cadang dan perbaikan untuk jet tempur F-16 yang dimiliki Taipei.
Dalam laporan yang diamanatkan kongres pada bulan Oktober lalu, Kementerian Pertahanan AS mengatakan Tiongkok mengembangkan persenjataan nuklirnya lebih cepat daripada yang diperkirakan AS.
Tiongkok diperkirakan memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir yang beroperasi pada Mei 2023 dan kemungkinan akan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030, kata kementerian itu.
Sedangkan AS saat ini memiliki sekitar 3.700 hulu ledak nuklir, tertinggal dari Russia yang memiliki sekitar 4.500 hulu ledak, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm.
Washington DC sendiri mengkritik Tiongkok karena menghentikan negosiasi. "Tiongkok telah memilih untuk mengikuti jejak Russia dalam menegaskan bahwa keterlibatan dalam pengendalian senjata tidak dapat dilanjutkan ketika ada tantangan lain dalam hubungan bilateral," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller.
Sementara itu Lin mengatakan bahwa Tiongkok bersedia menjaga komunikasi dengan AS mengenai masalah pengendalian senjata internasional atas dasar saling menghormati. "Tetapi AS harus menghormati kepentingan inti Tiongkok dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk dialog," tegas dia. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!