Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Produksi, Pemkab Banyuwangi Dukung Petani Buah Naga Kembangkan Varietas Baru

📅 Jumat, 28 Jun 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Produksi, Pemkab Banyuwangi Dukung Petani Buah Naga Kembangkan Varietas Baru Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi
Ket. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memetik buah naga di sela menjalankan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa).

Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mendukung petani buah naga setempat untuk mengembangkan varietas baru melalui berbagai program dan pendampingan secara intensif oleh tenaga penyuluh pertanian serta pelatihan sambung pucuk hingga bantuan bibit.

"Kita memang harus jeli melihat peluang pasar, selain memperkaya potensi pertanian daerah, ini juga bisa meningkatkan kesejahteraan petani karena harganya yang tinggi," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Kamis.

Banyuwangi telah menjadi salah satu sentra pemasok buah naga terbesar di Indonesia.

Tak hanya menanam buah naga merah dan putih, katanya, petani-petani hortikultura di Banyuwangi mengembangkan buah naga kuning yang tengah menjadi primadona dan diburu banyak orang.

"Selain di Kecamatan Pesanggaran, buah naga kuning juga dikembangkan beberapa daerah lainnya, seperti di Kecamatan Muncar, Giri, dan Gambiran," kata Ipuk.

Salah seorang petani buah naga di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Mulyadi sukses mengembangkan buah naga kuning. Dua tahun terakhir ia mengembangkan buah naga kuning varietasgolden isis.

Varietas ini memiliki rasa yang unik, perpaduan rasa buah anggur dan leci. Tampilan buahnya juga eksotis, dengan warna kulit kuning keemasan.

"Harganya juga cukup tinggi, saat ini di pasaran sudah mencapai Rp50.000 per kilogram, sedangkan buah naga merah di bawahnya," kata Mulyadi.

Mulyadi menyebutkan, pola perawatan buah nagagoldenisis ini tidak jauh beda dengan buah naga merah.

Ia memberlakukan perawatan semi organik dengan memadukan penggunaan pupuk kandang dan pupuk kimia, serta kapur dolomit. Didukung dengan penyinaran lampu untuk merangsang pembungaan.

"Dari tanam hingga panen pertama biasanya butuh waktu 1-1,5 tahun. Tapi buah nagagoldensaya 9 bulan sudah panen perdana dan buahnya bagus," kata Mulyadi.

Dalam 1,5 tahun masa tanam dia mengaku sudah melakukan panen sebanyak 7 kali dengan hasil mencapai 2 ton.

"80 persen hasil panen kami dipasok ke supermarket di wilayah Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta," kata Mulyadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.